Indiespot,id Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggandeng sejumlah perusahaan penerbangan nasional dalam peluncuran program “Awak Pesawat Investor Saham” sebagai upaya memperkuat literasi keuangan dan pemahaman pasar modal di kalangan pekerja industri penerbangan.
Program tersebut diresmikan di Main Hall Gedung BEI, Jakarta, dan menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Sharia Investment Week (SIW) 2026.
Kolaborasi ini melibatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Citilink Indonesia, PT AirAsia Indonesia Tbk, dan PT Jaya Trishindo Tbk. Melalui program tersebut, BEI mendorong para pekerja industri penerbangan untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta mengenal instrumen investasi yang legal, aman, dan terjangkau melalui pasar modal Indonesia.
Pj.S Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan industri penerbangan memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat luas di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, sektor ini dinilai dapat menjadi mitra penting dalam memperluas literasi keuangan sekaligus meningkatkan inklusi pasar modal nasional.
“Kami berharap para pekerja di industri aviasi semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, terukur, dan sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing,” ujar Jeffrey.
Menurutnya, perkembangan industri penerbangan yang berlangsung cepat menuntut para pekerjanya memiliki kesiapan dan ketahanan finansial yang baik. Oleh sebab itu, edukasi mengenai perencanaan keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung profesionalisme dan kesejahteraan jangka panjang pekerja industri penerbangan.
Jeffrey menambahkan, industri penerbangan memiliki kontribusi besar dalam mendukung konektivitas nasional, distribusi logistik, hingga mobilitas masyarakat. Namun di balik peran tersebut, para pekerja juga menghadapi berbagai tantangan yang membuat pemahaman mengenai perencanaan keuangan dan mitigasi risiko semakin relevan.
Dalam kesempatan itu, Jeffrey juga mengungkapkan bahwa jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga akhir April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 26,4 juta Single Investor Identification (SID), meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Sementara jumlah investor saham telah melampaui 9,5 juta SID.
Ia berharap tren positif tersebut dapat diikuti oleh semakin luasnya partisipasi masyarakat dari berbagai profesi, termasuk pekerja industri penerbangan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan edukasi pasar modal yang lebih dekat, relevan, dan mudah diakses oleh para pekerja industri penerbangan,” katanya.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, inisiatif Awak Pesawat Investor Saham merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia industri penerbangan agar semakin adaptif dan berdaya saing.
“Di tengah transformasi industri yang berlangsung sangat dinamis, kesiapan SDM tidak hanya ditentukan oleh kompetensi profesional, tetapi juga oleh kemampuan membangun ketahanan dan perencanaan finansial yang sehat,” ujarnya.
Glenny meyakini program tersebut dapat membantu memperkuat fondasi pekerja industri penerbangan dalam menghadapi tantangan masa depan serta mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih produktif, tangguh, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Senada dengan itu, Direktur Utama AirAsia Indonesia, Captain Achmad Sadikin, menilai program ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan insan aviasi.
“Kami percaya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan dan investasi dapat membantu para pekerja mempersiapkan masa depan yang lebih baik sekaligus mendorong terciptanya budaya finansial yang sehat dan produktif di lingkungan industri penerbangan,” katanya.
Peluncuran program ditandai dengan penyematan pin “Aku Investor Saham” kepada perwakilan pekerja industri penerbangan, mulai dari pilot, awak kabin hingga personel operasional lainnya. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan cinderamata kepada pimpinan perusahaan penerbangan serta dukungan simbolis pembukaan rekening investasi.
Ke depan, BEI menyatakan program edukasi keuangan dan pasar modal akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan dan dapat dilaksanakan secara fleksibel, baik melalui kunjungan langsung maupun platform digital.
Melalui program “Awak Pesawat Investor Saham”, BEI berharap dapat membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan di lingkungan industri penerbangan serta menjadi inspirasi bagi sektor industri lainnya untuk turut meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia. (sgh)
