Indiespot,id Medan – Dinas Kesehatan Kota Medan memastikan bahwa kasus Malaria yang ditangani di wilayahnya hingga saat ini didominasi oleh kasus impor dari luar daerah, tanpa adanya penularan lokal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Shereivia Faradillah, menyampaikan bahwa meskipun tidak ada kegiatan khusus dalam rangka peringatan Hari Malaria tahun ini, program penanggulangan tetap berjalan secara rutin sesuai kebijakan nasional.
“Program penanggulangan malaria di Kota Medan masih menggunakan obat program dari Kementerian Kesehatan,” ujarnya, Senin (20/4).
Dalam upaya penanganan, Dinas Kesehatan telah menunjuk delapan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan malaria, baik rumah sakit maupun puskesmas. Seluruh faskes tersebut telah dilengkapi dengan obat program guna memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Lebih lanjut dijelaskan, seluruh kasus malaria yang ditemukan di Kota Medan merupakan kasus impor yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Hingga kini, belum ditemukan kasus malaria asli atau penularan lokal di wilayah tersebut.
“Kasus malaria di Kota Medan 100 persen merupakan kasus impor dari beberapa daerah di Sumatera Utara, dan belum ada kasus penularan lokal,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan, jumlah kasus impor malaria yang ditangani sejak 2023 hingga 2025 menunjukkan adanya penanganan berkelanjutan terhadap pasien.
Sementara itu, kegiatan penanggulangan malaria yang bersumber dari APBD tergabung dalam program ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria). Pelaksanaannya mencakup kegiatan rutin seperti surveilans, monitoring dan evaluasi (monev), pelatihan, serta sosialisasi yang dilakukan setiap tahun.
Dinas Kesehatan Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga status bebas penularan lokal malaria, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus impor melalui penguatan sistem layanan kesehatan. (Sgh)
