Indiespot,id Medan – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mencatat ratusan kasus suspek campak sejak awal tahun 2026. Berdasarkan data hingga 4 Maret 2026, terdapat sebanyak 387 kasus suspek campak yang dilaporkan di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan dari total kasus suspek tersebut, sebanyak 18 kasus telah terkonfirmasi positif campak.
“Sepanjang 2026 sampai dengan data 4 Maret 2026, ada 387 kasus suspek campak. Suspek itu masih diduga. Dari 387 tersebut yang terkonfirmasi positif sebanyak 18 kasus,” ujar Hamid Rijal Lubis, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, 18 kasus positif tersebut tersebar di lima kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Deliserdang, Batubara, Tanjung Balai, Pematangsiantar, dan Tapanuli Tengah.
Terkait kemungkinan penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB), Hamid menjelaskan bahwa kewenangan penetapannya berada di tingkat pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, ada sejumlah proses dan pertimbangan yang harus dilakukan sebelum suatu daerah menetapkan status KLB.
“Untuk KLB itu penetapannya di kabupaten kota. Dalam menetapkan KLB ada beberapa proses dan pertimbangan yang harus dilakukan. Dinas Kesehatan Provinsi tentu mengarahkan kepada kabupaten kota sebelum menetapkan apakah kejadian ini masuk KLB atau tidak,” jelasnya.
Ia menegaskan, langkah yang paling penting saat ini adalah melakukan pemantauan, monitoring, dan evaluasi secara intensif di daerah yang ditemukan kasus campak, baik yang sudah terkonfirmasi positif maupun daerah dengan jumlah suspek yang cukup signifikan.
Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah kabupaten/kota melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus yang ditemukan, khususnya pada kasus yang telah terkonfirmasi positif.
“Kita minta agar dilakukan penyelidikan epidemiologi untuk kasus-kasus yang ditemukan tersebut, khususnya untuk kasus yang terkonfirmasi positif. Namun idealnya seluruh suspek juga dilakukan penyelidikan epidemiologi,” katanya.
Dinas Kesehatan Sumut juga mendorong koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan kasus campak. Di samping itu, pihaknya memastikan rantai distribusi logistik vaksin tetap berjalan dengan baik guna mendukung upaya pencegahan.
“Selain itu kita juga memastikan rantai logistik vaksin berjalan dengan baik. Koordinasi lintas sektor juga penting dalam upaya penanggulangan kasus campak ini,” pungkasnya. (sgh)
