Indiespot,id Medan – Upaya mempercepat transformasi transportasi publik menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, operator transportasi, serta masyarakat. Hal ini menjadi fokus dalam forum dialog bertajuk “Bincang Bus Listrik Medan #BerbagiUntukSemua” yang digelar KALISTA di Medan, Senin (9/3/2026).
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran dari implementasi bus listrik dalam layanan Bus Rapid Transit (BRT) Medan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi atas satu tahun operasional BRT Medan berbasis bus listrik yang telah memberikan dampak nyata bagi sistem transportasi perkotaan.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, armada bus listrik BRT Medan tercatat menempuh perjalanan lebih dari 3,9 juta kilometer dan melayani lebih dari 2,7 juta penumpang. Penggunaan bus listrik tersebut juga berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 28 persen dibandingkan transportasi publik konvensional.
Direktur Utama KALISTA, Albert Aulia Ilyas, mengatakan transformasi menuju transportasi publik listrik tidak hanya berkaitan dengan teknologi kendaraan, tetapi juga pembangunan ekosistem yang melibatkan banyak pihak.
“Melalui forum ini, kami ingin membuka ruang dialog antara pemerintah, operator, industri, dan masyarakat untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari implementasi bus listrik di Medan,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan #BerbagiUntukSemua meliputi pemaparan kinerja operasional bus listrik, sesi bincang bus listrik, serta forum diskusi dua arah antara pemangku kepentingan dan penumpang BRT Medan.
Talk show dalam forum tersebut mengangkat tema “100% Transportasi Listrik, Dampak Nyata untuk Semua”, dengan fokus pada sinergi pemerintah dan swasta, pengalaman operasional bus listrik, serta peran masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Salah satu pengalaman operasional yang dibagikan adalah kemampuan armada bus listrik tetap beroperasi saat banjir melanda selama tiga hari. Hal tersebut dapat dilakukan melalui koordinasi cepat antara operator, tim teknis, dan berbagai pihak tanpa menimbulkan kerusakan pada armada.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan transportasi publik yang modern dan ramah lingkungan.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci agar layanan BRT bus listrik di Medan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam memastikan layanan Bus Listrik BRT Medan dapat terus berkembang,” katanya.
Suriono juga menambahkan partisipasi masyarakat melalui masukan dan pengalaman sebagai pengguna transportasi publik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan ke depan.
Melalui forum ini, para pihak yang terlibat dalam implementasi bus listrik di Medan turut berbagi pengalaman terkait performa operasional selama satu tahun terakhir, termasuk tantangan yang dihadapi serta pembelajaran yang berhasil diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, KALISTA berharap inisiatif #BerbagiUntukSemua dapat menjadi platform berkelanjutan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mempercepat adopsi transportasi publik listrik di berbagai kota di Indonesia. (Sgh)
