Site icon Indiespot.id

GMNI Gelar Kelas Advokasi dan Media Campaign : Ini Senjata Perjuangan Mahasiswa Dalam Gerakan Rakyat 

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) menyelenggarakan Kelas Progresif Vol. 2 dengan topik, Advokasi dan Media Campaign, Kamis (4/9/2025). Acara yang bertemakan Menguatkan Peran Mahasiswa dalam Gerakan Rakyat digelar di Multimedia Room Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU.

Hadir pada kegiatan itu puluhan kader GMNI serta mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan kampus.

Ketua Komisariat GMNI FEB USU, Rahman Ar Rafi Pinem mengatakan
kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian kaderisasi nonformal GMNI FEB USU yang berorientasi pada penguatan ideologi sekaligus keterampilan praktis.

Jika pada volume pertama topik lebih berfokus pada jurnalistik, maka pada volume kedua ini GMNI FEB USU menekankan pentingnya penguasaan advokasi dan media campaign sebagai strategi gerakan mahasiswa di era kontemporer.

Kata Rahman dalam kegiatan itu hadir dua narasumber kompeten di
bidangnya. Mereka yakni Leonardo Marbun, Alumni GMNI yang pernah menjabat sebagai Director Fisher Community and Development Centre, membawakan materi tentang advokasi kerakyatan.

“Ia menegaskan bahwa advokasi bukan sekadar aksi spontan, tetapi harus direncanakan secara matang, berbasis data, dan diarahkan untuk membela kepentingan rakyat kecil,” kata Rahman dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu narasumber lainnya yakni, Rahmat Utomo, reporter Kompas.com dia menyampaikan materi tentang peran media campaign dalam memperkuat gerakan mahasiswa. Menurutnya, di era digital saat ini, media sosial adalah arena baru yang tak kalah penting dibanding ruang aksi fisik.

“Kedua pemateri menekankan bahwa advokasi dan media campaign harus berjalan beriringan: advokasi memberi arah perjuangan, sementara media campaign memperluas daya jangkau gerakan,” kata Rahman

Rahman juga mengatakan diharapkan dari kegiatan ini mahasiswa bisa menjadi corong suara rakyat. Dia juga menegaskan bahwa kelas progresif ini merupakan bagian dari konsistensi GMNI dalam mencetak kader progresif yang siap menjadi penyambung lidah rakyat.

“Melalui kelas progresif ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa advokasi dan media campaign bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi senjata perjuangan mahasiswa untuk berpihak pada rakyat. Harapan kami, kader GMNI FEB USU mampu menjadi corong suara rakyat, baik di jalanan maupun di ruang publik digital,” ungkap Rahman.

Lebih lanjut, Rahman menyampaikan bahwa kegiatan kelas progresif akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berbagai topik, menyesuaikan kebutuhan kader dalam membaca situasi sosial, ekonomi, dan politik.

“Kelas progresif bukan hanya ruang diskusi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kader GMNI yang militan, kreatif, dan konsisten memperjuangkan cita-cita sosialisme Indonesia,” ungkapnya

Rahman juga mengatakan saat kegiatan para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik penyusunan konsep advokasi serta strategi media campaign.

”Suasana ruang kegiatan mencerminkan semangat kolektif, di mana mahasiswa saling bertukar ide untuk merumuskan cara-cara kreatif memperjuangkan isu-isu kerakyatan,” ujarnya,

Kata dengan terlaksananya Kelas Progresif Vol. 2 ini, GMNI FEB USU semakin menegaskan perannya sebagai wadah pembentukan kader yang tidak hanya ideologis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan tantangan zaman.

“Advokasi yang kokoh dan media campaign yang efektif menjadi kombinasi strategis untuk memperkuat posisi mahasiswa dalam gerakan rakyat.
Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang progresif, kritis, dan kreatif dalam mengawal kepentingan wong cilik,” ujarnya

“GMNI FEB USU meyakini bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang kampus, tetapi harus terus menjalar ke tengah rakyat demi mewujudkan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya