USU Bersama USM Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internasional Cari Solusi Persoalan Limbah Dan Pariwisata

  • Whatsapp

MEDAN (Indiespot): Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) berkolaborasi internasional bersama Universiti Sains Malaysia (USM) mengadakan pengabdian masyarakat mencari solusi persoalan limbah dan pariwisata di Pasar Buah Berastagi, Kabupaten Karo.

Pengabdian masyarakat yang berlangsung Juni 2025 hingga November 2025 dari Dosen USM berjumlah 10 orang yang diketahui Dr. Norizan Baba Rahim.

Sementara Tim USU dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik dipimpin Dr. Nurzainah Ginting dengan anggota Prof. Zuhrina Masyithah, Prof. Armansyah Ginting dan Ir. Edhy Mirwandhono, M.Si.

“PKM ini merupakan kolaborasi internasional antara Universitas Sumatera Utara dengan Universitas Sains Malaysia. Sasaran pengabdian kolaborasi ini adalah Pasar Buah Berastagi,” kata Dr. Nurzainah Ginting, Selasa (19/8).

Dr Nurzainah menjelaskan, pada kolaborasi ini kedua universitas menyelesaikan masalah yang ditemukan di Pasar Buah Berastagi.

 

Dimana limbah organik baik sayur maupun buah setiap hari dihasilkan dari sisa pedagang buah,sayur termasuk kulit jagung rebus.

“Juga kotoran padat kuda dari kuda wisata yang ada baik di lokasi pasar buah maupun Gundaling. Keluhan dari wisatawan terutama berkenaan aroma urin kuda yang berceceran di lokasi tersebut,” jelasnya.

Dr Nurzainah mengakui, solusi yang dibuat pihaknya adalah mengajarkan membuat biodesinfektan yang mampu mengurai aroma urin kuda, pelatihan membuat pupuk padat dari limbah kotoran padat kuda, buah, sayur serta pupuk organik cair dari urin kuda.

“Penyuluhan tentang mengatasi masalah aroma urin kuda dengan mengajarkan pembuatan biodesinfektan serta aplikasinya pada urin kuda telah dimulai pada bulan Juni 2025 kepada pemilik kuda wisata di bawah organisasi Berastagi Kuda Club dengan ketua Bapak Wanta Sebayang,” katanya.

“Sementara itu pembuatan pupuk padat dari kotoran padat kuda, limbah sayur/buah, pembuatan pupuk organik cair telah dilaksanakan pada awal bulan Agustus 2025 oleh tim USU termasuk juga penyuluhan tentang parawisata oleh tim dari Universiti Sains Malaysia (USM),” tambahnya.

Lebih lanjut Dr Nurzainah menyebut, permasalahan lain yaitu pedagang buah dan sayur belum memberikan pelayanan yang memadai untuk pembeli yang adalah turis baik turis lokal maupun mancanegara.

“Solusi yang ditawarkan adalah dari Tim Pengabdian USM akan memberikan penyuluhan tentang bagaimana melayani pembeli yang secara umum adalah turis baik turis lokal maupun mancanegara,” ungkapnya.

Dr Nurzainah pun menyebut, pengabdian ini juga dibantu 10 mahasiswa USU yang menyambut antusias dengan aktifnya peserta saat praktek.

“Dukungan juga datang dalam pengabdian ini dari Kepala Dinas Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karo Bapak Munarta Ginting, SP, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Ibu Rista Natalia Sinaga, SE., ME dan beserta staf,” tutupnya.

Pos terkait