Site icon Indiespot.id

Bulog Sumut Pastikan Tidak Ada Praktik Pengoplosan Beras di Sumut

Indiespot,id Medan – Maraknya pemberitaan mengenai pengoplosan beras, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Pimpinan Wilayah (Pimwil) Provinsi Sumatera Utara memastikan tidak ada praktik pengoplosan beras di wilayah Sumatera Utara

“Enggak ada, setahu kami dan sudah kami pastikan memang enggak ada (beras oplosan di Sumut),” tegas Pimwil Bulog Sumut, Budi Cahyanto, dalam konferensi pers di Medan, Kamis (31/7/2025) siang.

Budi menjelaskan bahwa setiap pihak yang membeli beras dari gudang Bulog wajib menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak melakukan pengoplosan beras atau pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku.

“Dalam surat pernyataan tersebut juga disebutkan adanya sanksi hukum apabila komitmen tersebut dilanggar,” lanjutnya.

Selain memastikan keaslian dan keamanan beras, Bulog Sumut juga tengah mengintensifkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar.

“Hingga akhir Juli 2025, kami telah menyalurkan sekitar 300 ton beras SPHP dari target bulanan sebesar 15.700 ton,” jelas Budi.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, seperti pasar tradisional, toko pangan binaan pemerintah, gerakan pangan murah, dan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Guna memperluas jangkauan distribusi, Bulog Sumut juga terus menjalin kerja sama dengan dinas ketahanan pangan serta pemerintah kabupaten/kota dalam menggelar gerakan pangan murah secara rutin.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menstabilkan harga bahan pokok, khususnya beras,” katanya.

Adapun harga beras SPHP yang dijual ke masyarakat mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, sementara harga distribusi dari gudang Bulog ditetapkan sebesar Rp11.300 per kilogram.

Dalam keterangannya, Bulog Sumut menargetkan distribusi total sebanyak 77.500 ton beras SPHP sepanjang 2025 ke seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.

“Target ini kami upayakan tuntas hingga akhir Desember 2025, sebagai langkah nyata menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi pangan,” jelas Budi.

Terkait ketersediaan pasokan, Budi memastikan stok beras di gudang Bulog Sumut dalam kondisi aman dengan jumlah mencapai 78.000 ton.

Penyerapan gabah lokal juga terus dilakukan, terutama menyambut masa panen pertengahan Agustus 2025 di wilayah-wilayah produktif seperti Tapanuli Utara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.

“Penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani lokal akan terus kami tingkatkan untuk memperkuat ketahanan stok beras SPHP di Sumut,” tegas Budi. Ia menegaskan, pemerintah melalui Perum Bulog berkomitmen memastikan petani dan masyarakat tidak mengalami kendala dalam pengadaan beras, demi menjaga stabilitas pangan di seluruh Sumatera Utara. (Sgh)