Site icon Indiespot.id

Semangat Kartini Menginspirasi Jurnalis Perempuan Sumut untuk Terus Berkarya

INDIESPOT,CO.ID MEDAN – Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatra Utara (Sumut), Khairunnisak Lubis, menyerukan semangat Hari Kartini untuk terus menginspirasi perempuan Indonesia, khususnya para jurnalis perempuan, agar tak pernah berhenti berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Kartini adalah sosok pelopor emansipasi perempuan di Indonesia, dan semangat perjuangannya tetap relevan hingga saat ini,” ujar Khairunnisak di Medan pada Senin (21/4/2025).

Menurutnya, dengan menginternalisasi semangat Kartini, FJPI Sumut memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam berbagai sektor, termasuk dunia jurnalistik.

Nisa menyoroti bahwa profesi jurnalis perempuan di era digital saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Beberapa isu krusial yang seringkali dihadapi antara lain adalah pelecehan dan kekerasan.

Ia mengungkapkan keprihatinannya bahwa jurnalis perempuan memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap pelecehan seksual dan kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka.
“Berdasarkan sebuah studi, mirisnya hampir 90 persen jurnalis perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan,” ungkapnya.

Selain itu, diskriminasi dan stereotip juga masih menjadi penghalang. Persepsi bahwa perempuan kurang mampu dalam tugas-tugas jurnalistik yang dianggap berat masih seringkali muncul.

“Kesetaraan gender juga menjadi isu penting. Jurnalis perempuan masih berjuang untuk mencapai kesetaraan di industri ini, baik dalam hal kesempatan pengembangan karir maupun pengakuan atas karya mereka,” lanjut Nisa.

Lebih lanjut, Nisa juga menyinggung tantangan di era digital terkait teknologi dan literasi digital. Namun, ia juga melihat sisi positifnya, di mana era digital membuka peluang bagi jurnalis perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan literasi digital mereka, sehingga dapat lebih adaptif terhadap tuntutan jurnalistik modern.

Kendati demikian, Nisa optimis bahwa dengan adanya dukungan dan kesadaran yang kuat akan pentingnya kesetaraan gender, jurnalis perempuan akan mampu terus berkarya dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Ia berpesan kepada seluruh jurnalis perempuan, khususnya di Sumatra Utara, untuk tidak pernah menyerah dalam berkarya dan berkontribusi.

“Layaknya Kartini, kita harus terus berjuang demi tercapainya kesetaraan dan keadilan bagi kaum perempuan. Mari kita jadikan semangat Kartini sebagai sumber inspirasi untuk terus melangkah maju dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dalam bidang jurnalistik,” ucapnya di akhir wawancara. (Sgh)