Site icon Indiespot.id

Pakkat Bakar Penggugah Selera Di Saat Puasa

INDIESPOT,CO.ID MEDAN – Rotan merupakan komoditas hasil sumber daya alam hutan non-kayu, yang banyak tumbuh pada daerah hutan hujan tropis. Tanaman rotan adalah sejenis tanaman palem merambat yang bisa tumbuh dengan panjang mencapai 100 meter lebih.

Rotan memiliki nilai jual tinggi terutama untuk kegiatan ekspor. Dalam pasar internasional Indonesia mampu menyediakan sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia.

Mungkin sebagian orang mengenal rotan sebagai bahan baku pembuatan mebel yang bisa digunakan dan dibentuk menjadi beraneka macam hiasan ruang tamu seperti meja dan kursi bahkan pukulan kasur dan lainnya, tapi tidak sama halnya dengan masyarakat Mandailing, Sumatera Utara.

Pakkat memiliki cita rasa pahit dan pekat ketika dicicipi dan biasanya dihidangkan sebagai pengganti nasi atau dimakan bersama arsik ikan mas atau ikan jurung santan.

Jika menelisik ceira secara turun temurun oleh masyarakat Mandailing, bahwa Pakkat awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat adat yang bekerja membangun jalan di kampungnya pada zaman kolonial. Saat itu, makanan sulit diperoleh dan mereka ke hutan untuk mencari sumber makanan.

Sekelompok pemuda menemukan tanaman dengan bagian bawah yang keras namun pucuknya lembut. Mereka kemudian memasak tanaman ini dengan cara memotong di bagian ujung, dikupas kemudian daging bagian dalam diambil dan merebusnya. Makanan ini lah yang menjadi makanan pokok bagi mereka ketika membangun jalan.

Seiring perjalananya, kini pakkat kerap muncul di bulan suci Ramadhan, terlihat tumpukkan pakat berjejer di Jalan Denai dan sekitarnya lengkap dengan drum bekas untuk bakaran pakkat. bahkan sebagian pedagang melengkapinya dengan menu lainnya seperti ikan bakar, sambal tuktuk dan makanan khas lainnya.

Biasanya, proses kematangannya memakan waktu selama 4 jam. Kulit Pakkat harus benar-benar sampai hitam, karena jika tidak maka isi di dalam Pakkat akan berwarna kuning dan akan membuat rasanya menjadi tidak enak.

Untuk ukuran pakkat bakar yang dijual kurang lebih satu meter sebelum dijual. Bila pembeli memesan pedagang mengupas kulit pakkat tersebut dan memotongi kecil-kecil ukuran 3-5 sentimeter dengan membuang bagian kerasnya agar dengan mudah di konsumsi bersama nasi.(Sgh)