INDIESPOT.ID, Medan – Stigma negatif masyarakat masih jadi momok menakutkan bagi mantan narapidana yang baru bebas penjara. Tak jarang banyak napi kembali ke dunia hitam karena tak tahan oleh sanksi sosial masyarakat.
Dibutuhkan gotong-royong dari pemerintah, pengusaha hingga kelompok masyarakat untuk menguatkan mental dan mengasah keterampilan mereka. Tujuannya, mereka agar berani memulai kehidupan yang baru.
“Kalian ini bukan orang rendahan, kalian orang hebat, kalian telah menjalani hukuman. Karena apa ? banyak maling-maling uang negara yang lari dari tanggung jawab. Tapi jangan ulangi perbuatan kalian ya,” ujar konten kreator Ibrahim Umar (47) atau yang akrab dipanggil Ketua Limpul, saat memberi motivasi ke puluhan mantan napi, di Griya Abhipraya, Rabu (30/8/2023).
Saat itu, motivasi Ketua Limpul menjadi pembuka di kegiatan, bertema ‘Proses Regenerasi Sumber Daya Manusia Strategis Menuju Blue Ekonomi Indonesia’ Acara itu diinisiasi oleh Bimbingan Kelompok Griya Abhipraya Kedan Kita Bapas Kelas 1 Medan, Komunitas Indonesia Berkarya Federation (IBF) dan Organisasi Kamar Dagang Medan (KADIN).
Ketua limpul dalam talk shownya, menanamkan agar eks napi memiliki sikap pantang menyerah. Dia mencontohkan salah seorangnya teman konten kretonya, yang bernama Yoga, yang juga datang pada kegiatan itu.
Kedua kaki dan tangan Yoga, terpaksa diamputasi karena kecelakaan kerja. Namun bukan berarti, itu menjadi kiamat bagi kehidupan Yoga. Dia tetap bersemangat menjalani hidup dan justru menemukan keahlian baru, yakni menjadi pelukis. Dia terampil menggerakkan kuas membentuk gambar yang memiliki nilai seni dan memiliki nilai ekonomis, bagi kehidupannya.
“Yoga luar biasa dalam kondisi tidak punya tangan tidak punya kaki mampu melukis menggunakan mulut dan basicnya bukan pelukis, kala tadi bukan pelukis kita wajar aja,” kata Ketua Limpul.
“Masa iya kalian (eks napi) punya tangan punya kaki fisik luar biasa, kalau saya tengok masa ngak pengen punya masa depan, masa kalah sama Yoga. Ayo mulai hari ini, ke depan apapun kalian inginkan sugest, ayo kalian bisa. Kalian bukan orang hina, kalian orang luar biasa,” ujar Ketua Limpul yang disambut tepuk tangan peserta.
Rumah Singgah
Di sisi lain Manajer Program Griya Abhipraya Kedan Kita, Irmayani mengatakan Griya Abhipraya merupakan rumah singgah yang menjadi wadah bagi kelompok peduli pemasyarakatan. Tempat ini baru akan di launching pada Oktober 2020. Namun beberapa program sudah dijalankan sejak Mei 2023.
“Griya ini ada 3 fungsi, sebagai penampungan, tempat penginapan, bagi narapidana yang rumah keluarga jauh bisa di sini, sebagai tempat konseling, sebagai tempat memberi pelayanan bimbingan bagi narapidana yang sedang menjalani bebas bersyarat,” kata Irma.
Di sisi lain di sini juga terdapat sejumlah unit usaha untuk menghidupi Griya ini, Misalnya untuk pembayaran listrik air dan untuk menunjang pelayanan.
“Unit usaha pembibitan, dalam waktu dekat kita proses barbershop, kita juga mendukung karya dari pihak masyarakat, misalnya mendirikan stand pameran dari warga binaan,” katanya.
Kata Irmayani Griya Abhipraya juga dijadikan sebagai tempat untuk membina para mantan napi pembinaan lembaga pemasyarakatan anak.
“Untuk menjawab KUHP nanti, ada hukuman putusan tidak harus dipenjara, jadi dibawa ke sini salah satunya, kita. Namun tergantung apa hasil putusan hakim,” katanya.
Memang kata dia, selama ini pihak Bapas bekerjasama dengan Dinas Sosial untuk anak didik pemasyarakatan. Namun ke depan pembinaan akan dilakukan di Griya Abhipraya.
“Jadi disini kita pelatihan, misalnya pendidikannya juga ada. Jadi kalau anak itu jadi anak mendapat pelatihan sesuai putusan hakim. Sekarang ini kan putusan tidak harus penjara, penjara itu alternatif akhir,” ujarnya.
Karena itu Irmayani juga berharap semakin banyak kerjasama dengan pemerintah setempat hingga kelompok masyarakat agar program pembinaan di sana terus berkembang. Sejauh ini baru penandatanganan 20 kali melakukan perjanjian kerjasama, salah satunya dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan.
IBF Wadah Untuk Kreativitas
Sementara itu, founder IBF Zaisika Khairunnisak mengatakan IBF ini baru terbentuk di awal tahun 2023. Komunitas ini terinspirasi dari Yayasan Inspirasi Bangsa (YIB) yang pada tahun 2016 yang fokus membina mantan napi. Kata Zaskia YIB kala itu, berhasil mempekerjakan 25 mantan napi bekerja di barbershop ternama di Kota Medan. Bahkan kini mereka telah membuka lapangan kerja baru.
Lalu kata Zaskia, Yayasan Inspirasi Bangsa juga sempat memiliki rumah singgah untuk pembinaan para mantan napi anak. Keberhasilan YIB ini lah, yang memantik nya melahirkan IBF
“Jadi saya mendirikan ini untuk menjadi wadah forum komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia strategis yang berfokus pada keterampilan, kreativitas, keahlian dan bakat, sebagai kekayaan intelektual individu melalui program pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja, guna melahirkan generasi millenials yang berdaya saing dan cipta,” katanya.
Kata dia sudah ada puluhan anggotanya komunitas yang tergabung di IBF dari berbagai macam background. Mulai dari mahasiswa, penyandang disabilitas, kaum marjinal dan kelompok lainnya. Ke depan mereka juga akan merangkul anak yang telah selesai berkonflik hukum.
Tujuannya agar tidak terjerembab dengan dosa di masa lalu dan terus survive menjalani kehidupan lebih baik.
“Yang paling penting harus kita tanamkan arah tujuan hidup mereka. Kesempatan itu haru dimulai. Makannya kita datangkan tokoh-tokoh ke acara ini untuk menginspirasi mereka,” ujar Zaskia,
Optimalkan SDM
Sementara itu di Ketua Kadin Medan Arman Chandra dalam kesempatannya mengatakan bahwa Indonesia memiliki banyak sekali sumber daya alam (SDA) yang sangat komplit namun, potensinya tidak bisa optimal di kembangkan lantaran keterbatasan sumber daya manusia.
Dia mencontohnya bagaimana Singapura, negara kecil yang memiliki SDM lebih baik dari Indonesia.
“Kita punya sumber daya manusia kita punya sumber daya alam, kita punya segala galanya masalah kita kenapa tidak bisa mengimbangi mereka. Karena itu SDM harus kita tingkatkan semoga sumber daya alam ini bisa kita berdayakan,” katanya.
Arman merasa bersyukur bisa menghadiri kegiatan bersama eks napi, dia akan berupaya membuat program untuk atau lapangan kerja mereka. Tentunya setelah mereka mendapatkan pelatihan skill.
“Mungkin dengan perjumpaan ini, saya rencananya juga akan membuat program kerja yang sangat menguntungkan teman teman di sini, saya ada kerjasama beberapa program vokasi dengan perusahan di Kota Medan. Di sana banyak sekali banyak seklai kesempatan kerja salah satu adalah barista,” katanya.
Arman juga mengatakan kehadiran di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru, tentu juga akan semakin membuka lapangan kerja baru. Kadin juga berencana mencanangkan melatih skill generasi muda, untuk dilantih menjadi SDM potensial yang bisa dipekerjakan di sana.
“Jadi nanti semakin banyak, ada kesempatan kerja luas, kalau saya lihat Ibu Kota Negera akan mempekerjakan sampai 20000-an orang, jadi perlu orang. Tentu ada yang memiliki keterampilan, jadi kita masuk kan program pelatihan skill,untuk kita pekerjakan nanti ke sana,” tutupnya. (Dim)
