Site icon Indiespot.id

Bulan Ramadhan: Maksimalkan Doa Terbaikmu

Dr. Muktarruddin, MA. Ketua MUI Percut Sei Tuan. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Mengapa harus dimaksimalkan doa di bulan ramadhan? Tidak ada yang membantah puasa ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat. Hal itu dijelaskan malaikat Jibril dalam hadits sahih diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dikenal dengan hadits Jibril.

Perintah agama apapun bentuknya dikatakan kuat dan tegas bilamana dalil memerintahkannya Alquran dan Hadits. Doa tentu berbeda dengan puasa akan tetapi bila ditelusuri perintah puasa dalam Alquran mengapa Allah menyelipkan anjuran berdoa.

Perintah puasa dan paket-paket ibadah penyertanya terdapat dalam Alquran surat Albaqarah ayat 183-187. Setelah Allah wajibkan puasa dan keringanan bagi yang tidak mampu melaksanakannya selanjutnya Allah jelaskan Alquran dan kedudukannya. Pada ayat 186 Allah berbicara tentang doa.

Seakan Allah mengatakan wahai hambaku setelah kamu berpuasa jangan lupa bacalah Alquran dan setelah itu maksimalkanlah doa-doa terbaikmu kepadaku niscaya akan kukabulkan di bulan ini.

Kedudukan Doa

Menurut bahasa, doa berarti permohonan atau permintaan. Sedangkan menurut istilah doa adalah penyerahan diri kepada Allah dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang tidak baik. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa doa adalah inti ibadah. Adapun kedudukan doa, pertama, sebagai jalan meminta kepada Allah. Walaupun pada dasarnya ibadah yang dilakukan itu juga merupakan doa namun tetap setiap muslim disuruh berdoa kepada Allah. Itulah sebabnya dalam ibadah salat dan ibadah wajib lainnya banyak terdapat doa. Demikian juga di dalam Alquran banyak terdapat doa para Nabi-Nabi sebelumnya maupun doa Nabi Muhammad SAW.

Kedua, orang yang tidak mau berdoa dikategorikan orang yang sombong kepada Allah. Tidak keinginannya lagi kepada Allah sehingga dia tidak butuh doa dan didoakan. Padahal yang pantas sombong hanyalah Allah karena dia memiliki sifat Al-Mutakabbir (yang maha sombong). Sedangkan manusia adalah fuqara (fakir) di hadapan Allah yang Al-Ghaniyyu (Yang maha kaya).   

Waktu yang mustajab berdoa

Diantara waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa antara lain, pertama, ketika sedang berpuasa. Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka merupakan salah satu doa yang tidak terhalang atau tertolak Allah (riwayat Imam Ahmad). Kedua,berdoa  diwaktu sahur atau sepertiga malam. Hal itu bersumber dari Alquran surat Adz-Dzariyat 18 “Dan diwaktu sahur mereka meminta ampun kepada Allah” dan juga   hadis Sahih Bukhari Muslim “Allah tabaroka wata’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lantas dia mengatakan siapa saja yang berdoa kepada –Ku maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meninta kepadaku maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. Ketiga, berdoa ketika adzan berkumandang. Maka menjawab adzan berkumandang lebih utama dari membaca Alquran. Keempat, berdoa antara adzan dan iqamah. Rasulullah bersabda “Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah” (HR. Abu Daud). Kelima, berdoa ketika sujud.  Rasulullah SAW bersabda “momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,‘” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i). Keenam, berdoa pada hari jum’at. Rasulullah mengatakan “Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu yang tidaklah seorang hamba memohon sesuatu kepada Allah pada hari itu kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.” Para sahabat bertanya, wahai Rasulullah jam berapakah itu? Beliau menjawab: “Sejak ditegakkannya sholat Jumat sampai selesai.” (HR. Tirmidzi).

Apasaja yang selalu diminta Rasulullah SAW

Dalam hadits yang sahih diriwayatkan Imam Muslim ada empat hal yang selalu diminta Rasulullah SAW dan ini mencakup kebutuhan hidup dunia dan akhirat. Pertama, ya Allah perbaikilah urusan agamaku. Kedua, perbaikilah urusan duniaku. Ketiga perbaikilah urusan akhiratku dan keempat perbaikilah urusan hidupku. Ternyata yang pertama sekali diminta Rasulullah adalah urusan agama karena manakala urusan agama telah baik akan mengikut baik urusan-urusan selanjutnya. Penguatan agama dalam keluarga tanggung jawab utama kedua orangtua. Orangtua yang paling gelisah dan menderita adalah manakala meninggalkan anak kelak yang jauh dari Allah. Ininilah yang paling utama prioritas orangtua agar jangan meninggalkan generasi yang jauh dari Allah. Selanjutnya meminta disukseskan dalam urusan dunia, salah satunya adalah agar diberi kehidupan ekonomi yang baik dan berkah karena antara urusan agama dan urusan ekonomi menyatu. Maka selanjutnya agar disadarkan mempersiapkan bekal mati bukan hanya bekal hidup, karena banyak orang yang setengah mati menyiapkan bekal hidup tapi lupa menyiapkan bekal mati. Sedangkan yang terakhir adalah meminta agar kesempatan hidup yang masih ada kiranya menjadi ladang kebaikan dan jika datang kematian kiranya putuslah seluruh aliran dosa.

Bagaimana Agar Doa Terkabul

Allah tidak pernah lupa akan janjinya. Dia berjanji jika kamu berdoa dengan sungguh-sungguh dan kamu benar-benar menjalankan perintahnya dan meninggalkan apasaja yang dilarangnya pasti doa akan dikabulkan Allah. Itulah yang dijelaskannya dalam surat Al-Baqarah ayat 186 seiring dengan perintah puasa ramadhan. Namun demikian ada orang yang doanya belum diijabah mengapa boleh jadi pertama, doanya itu belum memenuhi syarat dikabulkan. Kedua, boleh jadi berdoa tapi dengan mendesak Allah agar segera dikabulkan. Ketiga, doanya menurut Allah tidak mendatangkan kebaikan untuknya di sisi Allah sehingga dipending sementara bahkan tidak dikabulkan dijadikan sebagai tabungan akhirat dan yang keempat adalah dia banyak meminta kepada Allah tetapi banyak juga permintaan atau perintah Allah diabaikan. Wallahu A’lam. (Dr. Muktarruddin, MA. Ketua MUI Percut Sei Tuan)