INDIESPOT.ID, Medan – Beberapa tahun belakang ini, terlebih semenjak Tanah Air dilanda pandemi, jalanan dipenuhi oleh pesepeda. Orang-orang kembali tergugah untuk menggunakan sepeda. Alasannya jelas untuk menjaga kebugaran tubuh, meski sebagian ada pula yang ikut karena tren. Komunitas-komunitas sepeda pun bangkit dari mati surinya.
Nah, dengan begitu kendaraan bermotor mungkin menjadi sedikit berkurang, walaupun nggak begitu signifikan. Polusi suara dan udara cukup tereduksi. Namun sayangnya, ada aja pesepeda yang nyebelin. Siapa sajakah pesepeda nyebelin itu? Yuk, keep scrolling!
1. Pesepeda yang suka grombolan di jalan
Sering banget kita temui dijalan pesepeda gowes bergerombol. Kalau bergerombolnya membuat barisan ke belakang sih nggak masalah, cuma terkadang ada yang ke samping. Tentu gerombolan pesepada itu memakan separuh ruas jalan. Hal ini nggak benar sebab pengendara lain jadi terhalangi jalurnya, terutama pengendara motor. Jalur kiri dikuasai sepeda, jalur kanan wilayahnya mobil, mau lewat mana coba?
2. Pesepeda yang suka nerobos lampu merah
Nggak dipungkiri, pasti ada aja pesepeda yang suka nerobos lampu merah. Kalau gini, kenyamanan melihat jalanan penuh sepeda jadi rusak gara-gara ada oknum pesepeda yang nggak taat aturan. Gimana pun lampu merah berlaku untuk semua kendaraan termasuk sepeda. Memang sih mereka biasanya tengok kanan-kiri dulu saat menerobos, cuma kan tetap aja membahayakan kendaraan lain yang melintas.
3. Pesepeda yang nggak melengkapi lampu
Pesepeda yang nggak memiliki lampu juga sangat menyebalkan pengguna jalan lain. Apalagi, kalau malam hari. Karena dari jauh nggak akan kelihatan. Pengendara bermotor jadi ngeri kalau berkendara malam-malam, takut nabrak. Sekalinya nabrak yang disalahin pasti kendaraan bermotor. Serba salah deh!
4. Pesepeda yang suka freestyle di jalan
Freestyle sepeda memang menjadi salah satu hobi. Karena mau menyalurkan hobi nggak jarang pesepeda kebablasan freestyle di tengah jalan ramai. Pengendara lain jadi kaget dan ngeri. Bukannya nggak boleh, cuma kan udah ada tempatnya masing-masing. Kalau mau atraksi, ya, di taman bermain yang telah disediakan. Kalau di tengah jalan kasihan yang mau lewat. (Ika)
