Site icon Indiespot.id

Seorang Jemaat Gereja Pematang Siantar Tenggelam di Danau Toba

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu orang wisatawan yang hilang di Danau Toba. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Kabupaten Toba – Robby Hutahuruk (43), jemat gereja asal Pematang Siantar tenggelam di Pantai Pasir Putih, Danau Toba, Desa Parparean 2 Kecamatan Porsea Kabupaten Toba, Minggu (23/10/2022) kemarin. Korban datang ke Pantai Pasir putih bersama 59 orang jemaat gereja lainnya.

Koordinator Pos SAR Danau Toba Hisar Turnip mengatakan, 60 rombongan jemaat gereja, datang ke sana sekitar pukul 09.00 WIB untuk mengikuti kebaktian rohani. Kemudian setelah selesai, para jemaat gereja memilih untuk bermain dan berenang di sekitar lokasi Danau Toba.

Sekitar Pukul 14.00 WIB semua rombongan kembali ke bibir pantai untuk melakukan makan siang bersama. Lalu salah seorang dari rombongan melihat Roby berjalan ke arah Danau Toba dan berenang.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu orang wisatawan yang hilang di Danau Toba. (Istimewa)

“Tidak berselang lama, korban tidak lagi kelihatan, mendapati kejadian tersebut, seluruh keluarga dan rombongan langsung berusaha mencari tahu keberadaan korban. Namun hingga sore hari korban tak kunjung ditemukan dan diduga hilang di Danau Toba,”ujar Hisar dalam keterangannya, Senin (24/10/2022).

Kejadian ini, lalu dilaporkan ke BPBD Kabupaten Toba, lalu diteruskan ke Pos SAR Parapat Danau Toba.

“Jadi kita terima informasi tersebut pada Minggu malam, selanjutnya tim langsung bergerak menuju lokasi, setibanya di lokasi tim langsung berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait yang sudah berada di lokasi,” katanya.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap satu orang wisatawan yang hilang di Danau Toba. (Istimewa)

“Namun dikarenakan sudah malam hari dan pencahayaan disekitar lokasi sangat minim, maka diputuskan Operasi SAR dilanjutkan pagi ini,” imbuh Hisar

Pagi ini, kata Hisar pencarian dilakukan dengan cara penyelaman menggunakan alat aqua eyes, yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan korban didalam air.

“Tim terlebih dahulu melakukan pencarian menggunakan Aqua Eyes dari Permukaan air, setelah posisi korban terdeteksi kemudian dilakukan Penyelaman dengan harapan semoga korban secepatnya kita temukan,”pungkasnya. (Ika)