INDIESPOT.ID, Medan – Tagar #UsutTuntasTragediKanjuruhan menggema di Twitter hingga menjadi salah satu trending topik pada Rabu (5/10/2022).
Hingga pukul 14.00 WIB, topik soal Kanjuruhan sudah dibicarakan lebih dari 24ribu kali.
Beragam respons dikemukakan warganet terkait Kanjuruhan. Namun rata-rata menyatakan keprihatinannya atas apa yang terjadi dan meminta agar tragedi berdarah yang menewaskan ratusan orang itu diusut tuntas.
“Jika kejadian-kejadian seperti ini tidak segera di usut tuntas, mungkin saya juga bahkan kita semua penikmat sepakbola/Suporter tinggal menunggu giliran menjadi korban mereka. USUT TUNTAS TRAGEDI KANJURUHAN!!! #UsutTuntasTragediKanjuruhan,” cuit akun @AnakGawang28_.
“Terimakasih kepada semua perwakilan suporter yg tidak bisa disebutkan satu per satu dalam acara doa bersama hari ini untuk saudara kita korban tragedi kanjuruhan. Mari tetap kita kawal dan #UsutTuntasTragediKanjuruhan,” tulis @The_Maident.
“Ini bukan lagi sebuah tragedi sepakbola tapi sudah menjadi tragedi kemanusiaan. Sungguh kita sangat menyesalkan adanya kejadian ini. Mari kita bersatu untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. #UsutTuntasTragediKanjuruhan
#DukaMalangDukaKita,” kata @S1H_Slemania.
“TERUS BERGERAK JANGAN BERHENTI! #UsutTuntasTragediKanjuruhan
Karena kekuasaan yg degil sulit untuk dikalahkan, ia bisa mengendalikan kehidupan hingga kematian. Rakyat bisa bungkam karena tebaran ketakutan dibuat bisu oleh rentetan ancaman!” timpal akun @LamidetFm.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tragedi Kanjuruhan terjadi usai pertandingan Liga 1 Arema FC VS Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Kajuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10). Pada pertandingan itu, supporter Arema, tidak terima tim kesayangannya kalah dari Persebaya dengan skor 3-2.
Kemudian, para suporter merangsak masuk lapangan dan cenderung berbuat anarkis sebagai bentuk protes. Hal itu membuat pihak polisi menembakkan gas air mata, sehingga membuat penonton berebut untuk keluar. Ini yang akhirnya membuat penonton mengalami sesak nafas dan kekurangan oksigen hingga akhirnya menelan korban jiwa. (Ika)
