Site icon Indiespot.id

Tak Setuju Harga Naik, Tagar #TolakTerusKenaikanBBM Ramai Dicuitkan Wargnet

Ilustrasi Bahan Bakar Minyak. (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Tagar #TolakTerusKenaikanBBM ramai dibicarakan warganet di Twitter. Tagar ini ramai dicuitkan usai pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, Solar dan Pertamax.

Tagar tersebut merupakan bentuk ekspresi penolakan dari masyarakat luas yang tidak setuju harga BBM dinaikkan. Dari pantauan redaksi Indiespot Sabtu (10/9/2022), lebih dari 6ribu tweets telah dicuitkan wargnet.

Tweet itu ramai dengan video aksi demonstrasi dari masyarakat dan juga mahasiswa yang menolak kenaikan BBM.

“Sebelum BBM turun dan harga kebutuhan pokok kembali normal kita #TolakTerusKenaikanBBM,” cuit @cintah_.

“Bukan membuat Indonesia semakin PULIH, semakin BANGKIT. Tapi malah membuat rakyat semakin menjerit lewat kenaikan harga BBM. Kalaupun belum mampu mensejahterakan kehidupan rakyat maka setidaknya jangan menambah penderitaan rakyat.. #TolakTerusKenaikanBBM,” tulis akun @BTrack305.

“Para buruh masih terus bergerak #TolakTerusKenaikanBBM
#TolakTerusKenaikanBBM,” kata @pasoarjun.

“Orang pintar minumnya tolak angin,
Orang pintar pasti akan. #TolakTerusKenaikanBBM,” ucap @Adiblues00.

Diketahui, Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dari Pertalite, Solar, dan Pertamax. Harga terbaru BBM bersubsidi dan non-subsidi itu mulai berlaku pada Sabtu (3/9/2022) pukul 14.30 WIB.

Adapun harga BBM itu, yakni harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (Ika)