INDIESPOT.ID, Medan – Ratusan mahasiswa dan organisasi kepemudaan demo menolak Bahan Bakar Minyak (BBM) di Gedung DPRD Sumut, Rabu (7/9).
Adapun yang melakukan aski terdiri dari tiga kelompok pengtunjuk rasa yakni mahasiswa HKBP Nomensen, HMI Sumut dan Aliansi Pemuda Keadilan Sumut
Pantauan di lapangan saat berunjuk rasa kelompok dari mahasiswa HKBP Nomansen yang pertama kali datang berunjuk rasa. sekitar pukul 12.45. Mereka datang ke gedung DPRD.
Saat orasi mereka menyebut kebijakan pemerintah telah menyengsarakan rakyat. Saat melakukan aksi mereka juga membentangkan spanduk di pintu gerbang DPRD Sumut. Narasinya ‘Gedung ini disita’. Mereka kemudian memaksa para anggota DPRD menemui mereka. Pada saat itu sekitar 6 anggota DPRD dipaksa duduk di aspal bersama pedemo. Mereka pun menurutinya.
Ketua Fraksi Golkar Wagirin Arman, yang menerima massa berjanji, menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa ke pemerintah pusat. “Sebagai pribadi dan dari Fraksi Golkar, saya menolak BBM, karena telah menambah beban rakyat,”ujar Wagirin
Sekira pukul 16.00 mereka membubarkan diri. Kemudian massa aksi berganti dari Aliansi Pemuda Keadilan Sumut dan HMI Sumut. Mereka menyampaikan aspirasi penolakan BBM secara bersama-sama.
Khsusu untuk Aliansi Pemuda Keadlilan Sumut tuntutannya yakni.
1-Meminta agar pemerintah membatalkan kenaiikan harga BBM bersubsidi.
2-Meminta pemerintah mengendalikan harga bahan pokok. 3-Meminta pemerintah menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung oleh masyrakat dan dialihkan untuk subsidi BBM.
Usai berorasi massa Aliansi Pemuda Keadlian Sumut membubarkan diri sekitar pukuk 17.15 WIB. Kemudia massa dari HMI Sumut melakukan aksi bakar ban.
Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang menaikkan harga BBM. Usai menyampaikan pendapat massa meninggalkan lokasi dengan tertib sekira pukul 18.15 WIB. (Dim)
