Site icon Indiespot.id

6 Tips ‘Kirim Chat’ ke Dosen agar Dibalas, Mahasiswa Baru Wajib Tahu Nih!

Ilustrasi Dosen. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Pernah nggak ngerasai momen saat pesanmu nggak dibalas dosen? Yap, sebagai mahasiswa, hal ini tentu dirasakan. Pun hal ini sering kali dikeluhkan mahasiswa yang tentu menghambat proses belajar mengajar, apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir.

Ternyata ada beberapa alasan dosen mengapa nggak membalas pesan dari mahasiswanya, seperti sedang sibuk, lupa, atau kemungkinan cara kita nge-chat yang justru nggak sopan. Karena faktanya, banyak hal sepele yang dilakukan mahasiswa yang membuat dosen enggan membalas pesan mereka. Lalu, bagaimana cara supaya dosen membalas pesan kita? Yuk, simak cara chat dosen yang sopan agar nggak dicuekin atau bahkan kena semprot.

1. Perhatikan waktu kirim pesan

Agar nggak mengganggu jadwal kegiatan dosenmu, ada baiknya kamu kirim pesan ke dosen pada saat jam kerja, yaitu antara pukul 8.00-16.00. Jangan sampai diluar dari waktu itu, karena itu akan sangat menggangu waktu istirahat mereka. Ya, ini karena agenda dosen yang padat, seperti mengajar, menjadi pembicara, melakukan penelitian, hingga assesment yang tentu menyita waktu mereka. Maka dari itu pastikan kamu nggak mengirim pesan di jam istirahatnya.

2. Gunakan salam pembuka

Etika chat dosen yang kedua adalah memulainya dengan salam. Dengan membubuhkan salam, membuat kamu terkesan sopan serta menghormati dosen yang notabene posisinya lebih tinggi dari kamu. Misalnya, “Selamat pagi, Pak/Bu” atau juga dengan kalimat “Assalamualaikum”kepada dosen.

3. Ucapkan maaf dalam pesanmu

Ya, meskipun kamu nggak melakukan kesalahan, tapi sebaiknya kamu tetap mengirim permintaan maaf ketika menghubungi dosen. Hal ini karena menghindari kemungkinan kita mengganggu waktu dosen ketika mengirimkan pesan. Lagipula nih ya, permintaan maaf merupakan bentuk mahasiswa dalam menghargai waktu dosen yang padat. Selain itu, ucapan maaf menunjukkan sopan santun dari kerendahan hati kamu sebagai mahasiswa.

Kamu dapat mengetikkan, “Mohon maaf sebelumnya mengganggu, Bapak/Ibu” atau “Maaf mengganggu waktunya sejenak, Pak/Bu.”

4. Perkenalkan diri

Bagian ini banyak mahasiswa sering lupa nih. Padahal ini penting lho, sebelum kamu menyampaikan maksudmu.

Mmemperkenalkan diri di sini itu agar dosen nggak bingung siapa mahasiswa yang menghubunginya. Lagipula bukan bisa jadi bukan cuma kamu mahasiswa yang menghubunginya, kan? Karena itu, jangan lupa tuliskan nama, asal program studi, fakultas, angkatan, termasuk nomor induk mahasiswa kalau perlu ketika mengirim pesan ke dosen. Alhasil, dosen akan mengenal siapa dan memahami pertanyaan mahasiswa yang sudah memghubunginya.

5. Gunakan bahasa yang baik dan to the point

Kalau yang ini sudah jelas, ya. Saat kamu mengirim pesan ke dosen, sebaiknya gunakan bahasa Indonesia yang baik dan baku serta pilih kata yang tepat. Jangan lupa memakai kata “saya” ketika memperkenalkan diri. Sebisa mungkin hindari penggunaan singkatan, karena memberikan kesan nggak etis dan sulit dipahami dosen.

Selain itu juga, hindari penyampaian informasi yang berlebihan dan bertele-tele alias to the point. Ini agar dosen nggak bingung ketika membaca pesanmu. Misal kalau kamu memerlukan tanda tangan dosen ketika membuat Kartu Rencana Studi (KRS). Kamu bisa mengirimkan pesan seperti ini kepada dosen, “Saya ingin meminta tanda tangan Bapak/ Ibu di lembar KRS, apakah Bapak/ Ibu bersedia saya temui dalam waktu dekat ini?”

6. Ucapkan terima kasih

Terakhir, jangan lupa tutup pesan dengan ucapan “Terima kasih” atau “Terima kasih sebelumnya”. Jangan lupa ucapkan salam yang menandakan waktu, seperti selamat pagi, selamat siang, atau selamat sore di akhir pesan.

Nah, itu dia enam cara yang bisa kamu terapkan ketika hendak mengirim pesan ke dosen. Mudah kan? Yuk, dicoba! (Ika)