Site icon Indiespot.id

Hubungan Berakhir karena Alasan ‘Kamu Terlalu Baik’, Tenang Ingatlah 5 Hal Penting ini

Ilustrasi Putus Cinta. (Dok. Freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Putus cinta nggak pernah mudah. Apalagi, setelah bertahun-tahun bersama melewati suka duka. Seburuk apapun hubungan yang dijalani, putus hubungan tetaplah jadi hal yang menyedihkan. Terlebih lagi jika kamu diputuskan dengan dalih “kamu terlalu baik untukku”, sesaknya berlipat-lipat. Sudah ditinggal, alasan yang digunakan pun nggak masuk akal.

Tapi, tahukah kamu, di balik “kamu terlalu baik” yang jadi alasan putus, ada hal-hal yang mestinya kamu ingat terus. Agar kamu nggak menerima kesialan yang sama di hubunganmu selanjutnya. Yuk simak selanjutnya!

1. Menggunakan kebaikan untuk mengakhiri hubungan itu jahat

Kalau hubunganmu dan dia berakhir disebabkan karena kebaikanmu, fix dia hanya mencari alasan. Berpikir rasional aja, bukankah setiap orang berharap yang terbaik, ya? Orang mana sih yang justru tertarik dalam hubungan yang sering merugikan dirinya?

Diputusi dengan alasan seperti itu memang sangatlah sakit. Tapi kamu mesti mengetahui kebenarannya bahwa ia sudah nggak lagi cinta kepadamu. Maka sudah semestinya kamu membiarkan dia pergi. Buat apa menjalin hubungan yang hanya searah, bikin makin sakit aja.

2. Menggunakan kebaikanmua untuk mengakhiri hubungan itu adalah kedok

Di balik kalimat “kamu terlalu baik” dari dia, ada hal yang ia sembunyikan darimu. Mereka berlindung dari alasan yang seakan memujimu sebagai alat penyamar tindakan jahatnya. Sebenarnya mereka memiliki alasan lain yang nggak berani mereka ungkapkan. Bisa aja alasan dia memtuskan hubungan karena sebenarnya dia sudah memiliki hubungan baru dengan orang lain. Tapi ya lagi-lagi, karena dia nggak mau dinilai jahat, maka alasan kamu yang terlalu baik pun jalan pintas untuknya.

3. Jangan lagi mengharapkannya, ikhlaskan

Nggak disangkal lagi kalau cewek itu memang lebih susah move on dibanding cowok. Tapi khusus untuk orang-orang seperti ini, kamu harus cepat-cepat move on. Jangan sampai kamu menaruh harapan untuk memperbaiki hubungan. Ingat dia itu udah sangat tega mengkhianati tulusnya cintamu dengan membohongimu dengan kalimat manis “kamu terlalu baik”. Lebih baik kamu mencari pengganti yang lebih baik dari dia deh.

4. Perlakukanny perlu diingat untuk antisipasi hubungan yang sama tak terulang

Dengan memiliki tipikal mantan yang nggak mensyukuri sifat baikmu selama ini, kamu jadi lebih peka terhadap sifat cowok yang mendekatimu di kemudian hari. Kalau udah ada ciri-ciri cowok yang menyerupai, buang jauh-jauh deh. Selain itu juga, kamu mesti belajar untuk menyikapi hubungan secara logis. Karena bisa jadi dia memutuskanmu karena memang kamu terlalu baik kepadanya –sehingga nggak ada tantangan bagi dia untuk menjalani hubungan denganmu.

5. Dia akan menyesal dan sadar kebaikanmu tak dimiliki oleh orang lain

Orang yang dulu menyianyiakan dengan alasan sifat baikmu, pasti akan menyesal dikemudian hari setelah ia tak menemukan orang sebaik dirimu. Ya iyalah, dia kira orang baik sepertimu banyak? Sudah dipertemukan denganmu yang baiknya bukan main justru dicampakkan.

Yang paling penting dari putusnya hubungan karena alasan “kamu terlalu baik” adalah jangan sampai kamu merasa bahwa sifat baikmu yang nggak dimiliki semua orang ini adalah hal yang buruk. Kamu cuma belum dipertemukan dengan orang yang mensyukuri kebaikan sifatmu saja kok. Yakinlah, orang yang tepat untukmu pasti akan datang pada waktu yang sudah ditentukan Tuhan. Semangat! (Ika)