INDIESPOT.ID, Medan – Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), pensil menjadi salah satu alat tulis yang berjasa banget. Karena kita sering banget menggunakannya saat belajar. Memang sih, pensil merupakan alat tulis paling memudahkan, gampang buat nulis, gambang buat dihapus juga.
Tapi sebenarny pensil itu nggak cuma sebatas alat belajar buat nulis. Ada masanya di mana pensil menjadi tren di kalangan anak SD. Yap, pensil Inul. Pensil Inul ini pernah jadi standar kekerenan di kelas, udah setara dengan Alfalink, pulpen narkoba, dan sebagainya. Yuk nostalgia bareng lewat ulasan berikut ini!
1. Ngetren dilingkungan anak SD, nggak keren kalau nggak punya
Berbicara soal pensil, tentu anak 90-an akan teringat dengan pensil Inul. Karena pensil Inul ini menjadi salah satu pensil yang paling ngetren dan berkesan. Kalau nggak punya kita belum keren deh pada masa itu.
Di masa itu kita terheran-heran melihat pensil yang bisa ditekuk-tekuk dan nggak gampang patah. Teksturnya yang fleksibel bikin kita mudah untuk menekuk-nekuk dan membentuk-bentuknya sesuka hati. Boleh jadi sih kalau pensil Inul dibikin buat anak kecil yang suka gatel mainin pensil. Solusi agar anak kecil nggak ganti-ganti pensil nih.
2. Sebutannya sih pensil goyang, bukan pensil Inul
Sebenarnya sebutan awal pensil ini adalah pensil goyang, bukan pensil Inul. Kenapa disebut pensil goyang? Karena memang kalau dipakai nulis ia seperti goyang. Tapi karea pada waktu itu dangdut lagi ngetren goyangan ngebor milik Inul Daratista, jadi ikut-ikut deh pensil goyang ini disebut pensil Inul.
3. Hampir semua anak SD punya pensil Inul
Beberapa tren hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, sebut saja tren rautan putar dan Alfalink. Tren pensil Inul ini beda, sebab bisa dibilang hampir semua anak pernah punya. Dibanding rautan dan Alfalink, harga pensil Inul lebih terjangkau buat sobat misqueen. Hehehe~
4. Susah buat nulis, tapi tetap dibeli untuk keren-kerenan
Meski bentuknya unik dan asyik buat mainan, sebenarnya pensil Inul susah buat nulis lho. Bentuknya yang letoi bikin tangan susah untuk menggenggamnya. Tipe goresan yang dihasilkan pun nggak setebal pensil asli karena ujung pensilnya terbuat dari karet. Seret dan nggak stabil deh pokoknya. Tapi demi gengsi, semua bocah harus punya. Ya, keren-kerenan aja sih biar punya pensil ini.
Begitulah fakta mengenai pensil Inul yang sempat jadi barang yang paling kita inginkan di zaman dulu. Buat bisa punya ini, beberapa orang ada yang harus merengek dulu nih sama emakny biar dibelikan. Kocaknya, setelah punya pensilnya, malah jarang dipakai karena susah buat nulis. Ada-ada aja, ya. Ngomong-ngomong, kamu punya pensil Inul nggak? (Ika)
