INDIESPOT.ID, Medan – Ratusan ummat Islam di Sumatera Utara melakukan unjukrasa di kantor Konjen Singapura, di Gedung CIMB Niaga, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat 20 Mei. Unjukrasa itu digelar untuk merespon tindakan Pemerintah Singapura yang mendeportasi Ustaz Abdul Somad, Senin 16 Mei lalu.
Dengan menamakan diri Aliansi Ormas Islam Bela Sumut, massa mulai berkumpul di depan Masjid Raya Medan sekira pukul 13.30. Selanjutnya, massa melakukan long march higga ke kantor Konjen Singapura.
Dalam unjukrasanya, massa membawakan sejumlah poster berisikan protes kepada Singapura.
Seorang massa aksi, Rafdinal, dalam orasinya sangat mengecam tindakan pemerintah Singapura. Menurutnya, sebagai negara tetangga dan rumpun Melayu, Singapura semestinya bisa saling menghargai.
“Kalau diludahi umat Islam (Indonesia) Singapura tenggelam. Singapura itu negara kecil, tetapi Singapura merasa besar, merasa hebat. Merasa kuasa sehingga merasa sesuka hati kepada umat islam, terutama kepada ulama yang kita hormati,” kata Rafdinal saat berorasi.
Dengan tindakan mendeportasi Ustaz Abdul Somad, massa menuding jika pemerintah Singapura merupakan antek-antek Israel yang cenderung membenci umat Islam.
“Singapura agen kaki tangan zionis, Israel Asia Tenggara Singapura. Karena itu Singapura akan mendukung Zionis Yahudi terhadap umat Islam,” jelasnya.
Kata Rafdinal, pengusiran Abdul Somad karena penyebutan kafir dan dianggap ekstrimis menurutnya tidak masuk akal. Baginya perlakukan ekstrimis Yahudi yang harusnya mereka protes.
“Sesunguhnya Singapura buta matanya dan dan hatinya. Israel biadab justru membunuh umat Islam di Palestina. Ustaz Abdul Somad justru tidak pernah melakukan itu. Karena itu pengusuran Ustaz Abu Somad bentuk dari kebencian kepada umat Islam kepada ulama,” ucapnya.
Saat berunjuk rasa mereka diterima oleh Konjen Singapura. Para pimpinan aksi sempat berdiskusi dengan pimpinan aksi. Salah satu pimpinan aksi Heriansyah, usai mengatakan pihaknya berunjukrasa di Konjen Singapura karena sebagai representasi pemerintahan Singapura.
Dia juga mengatakan, yang dilakukan Pemerintah Singapura merupakan bentuk diskriminasi terhadap masyarakat Indonesia.
“Yang dilakukan oleh Pemerintahan Singapura kepada Ustaz Abdul Somad, itu sangat melukai hati umat Islam dan harusnya ini sudah menciderai kedaulatan NKRI. Karena Ustaz Abdul Somad tercatat sebagai warga negara NKRI. Dia bukan pelaku kriminal. Bahkan dia adalah warga, dalam tanda petik, warga berkelas,” ujarnya.
Karena itu kata dia, umat Islam meminta pemerintah Singapura meminta maaf atas perakukan kepada UAS.
“Kita meminta, pemerintah Singapura mengklarifikasi dan meminta maaf atas kondisi itu,” tuntut Heriansyah.
Heriansyah juga menyangkan sikap Konjen Singapura yang bersisihkukuh, menilai Abdul Somad pendakwa ekstrimis.
“Pihak Konjen, tetap menyampaikan punya sikap seperti ini-seperti ini. Makanya tadi kita tidak melihat ada mengarah kepada permintaan maaf,’’ tandasnya.
Aksi unjuk rasa berlangsung damai para jamaah juga sempat melakukan salat Ashar berjamaah. Aksi massa berjalan tertib. Mereka membubarkan diri pukul 17.00. (Satria)
