Site icon Indiespot.id

2 Pemotor di Medan Terjatuh Diduga Disenggol Polisi, Kasatlantas Berikan Penjelasan

Capture video viral yang menyebut 2 remaja laki-laki terjatuh diduga akibat disenggol oknum polisi sempat viral di media sosial. (Istimewa)

INDIESPOT.ID, Medan – Video yang menyebut 2 remaja laki-laki yang terjatuh diduga akibat disenggol oknum polisi sempat viral di media sosial. Polisi lalu memberikan penjelasan.

Peristiwa itu, terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Selasa, 26 April. Dalam video yang sempat viral itu, terlihat 2 remaja laki-laki duduk di trotoar dengan mengalami luka di bagian lutut.

Mereka disebut terjatuh karena di senggol oknum Polantas Kota Medan. Kedua remaja laki-laki itu masing-masing berusia 17 tahun.

“Diduga serempet petugas kepolisian,” ujar pria di dalam video.

Dari informasi yang didapat, sebelum terjatuh mereka diikuti petugas kepolisian dari Jalan Diponegoro, Medan. Setibanya di lokasi mereka mengaku disenggol oleh kendaraan oknum polisi tersebut. Sehingga terjatuh dan terluka.

“Kalau salah kenapa (kami) tidak diberhentikan. Ini kami udah terjatuh bukan ditolong malah dia (polisi) lari,” kata seorang remaja di video.

Namun berdasarkan rekaman CCTV yang beredar R dan T terjatuh karena bersenggolan dengan kendaraan lain. Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny.

“Sudah kita lihat dari hasil CCTV, bahwa pengendara sepeda motor atas nama R sebagai pengendara. Kemudian atas nama, T rekannya yang dibonceng, tidak ada diserempet ataupun ditendang. Namun yang bersangkutan menyerempet ban belakang sepeda motor lain sehingga terjatuh,” ujar AKBP Sonny.

Setelah terjatuh, katanya, bahkan polisi membantu ke duanya ke rumah sakit untuk perobatan. Pihaknya juga telah memanggil kedua orang tua mereka.

“Sudah kita jelaskan situasinya seterang-terangnya,” jelasnya.

AKBP Sonny juga menyebut, dirinya telah meminta keteragan terhadap anggotanya. Anggotanya itu membantah telah mengejar kedua remaja tersebut.

“Kita sudah konfirmasi kepada yang bersangkutan, ‘Saya tidak ada mengejar, pak’ tapi karena si anaknya tidak menggunakan helm, yang dibonceng. Sehingga mungkin ia merasa dikejar. Akhirnya mungkin gugup, atau gimana akhirnya terjatuh,” ujarnya.

Saat kejadian katanya, anggotanya tidak langsung pergi. Justru ikut membantu korban yang terjatuh.

“Posisi anggota kita kan sudah berada di depan yang tabrakan ini, sehingga antara dia mendengar atau tidak, tapi kemudian setelah dijelaskan dia kemudian berbalik arah dan kemudian ikut menolong,” tutupnya. (Dim)