INDIESPOT.ID, Medan – Massa terdiri dari mahasiswa dan pelajar yang berunjuk rasa penolakan presiden 3 periode di DPRD Sumut membubarkan diri. Mereka mengakhiri unjuk rasa dengan tertib
Pantuan indiespot mereka meninggalkan Gedung DPRD Sumut sekira pukul 15.45, setelah berganti-gantian menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.
Sebelumnya massa mulai berunjuk rasa sekira pukul 10.00 pagi. Massa yang berasal dari berbagai elemen mahasiwa ni ada yany melakukan longmarch dari Bundaran SIB Kota Medan.
Sebagian mereka juga sempat melakuakan pemblokiran jalan di Simpang Glugur Kota Medan, namun aksi berlangsung lama.
Saat berorasi di depan Gedung DPRD para mahasiswa menolak jabatan presiden 3 periode hingga meminta UU IKN dikaji.
“Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk pasal-pasal yang bermasalah. Dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial dankebencanaan,” ujar pimpinan aksi, Riki.
“Menolak penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode karena sangat jelas, sangat mengkhianati konstitusi negara,” tambah Riki.
Usai berorasi, mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting. Dari atas mobil komando, Baskami mengatakan dirinya mendukung aksi mahasiswa tersebut.
“Kami siap mendukung aksi mahasiswa. Kami akan sampaikan aspirasi ini ke DPR RI agar dapat segera direspon,” ujar Baskami.
Dihadapan mahasiswa, politisi PDIP ini juga berharap Pemilu dapat digelar sesuai jadwal. Baginya, tuntutan mahasiswa tersebut merupakan hal yang wajar.
“Kemarin pak Jokowi melantik KPU dan Bawaslu Pusat. Kita harapkan Pemilu sesuai jadwal,” tutupnya. (Dim)
