Site icon Indiespot.id

Satgas Mabes Polri yang Dipimpin Harun Al Rasyid, Pantau Distribusi Pupuk Bersubsidi di Jatim

Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) pencegahan korupsi dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid mengadakan serangkaian kegiatan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk dan penyelewengan pupuk bersubsidi. (Dok. Kepolisian Republik Indonesia)

INDIESPOT.ID, Medan – Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) pencegahan korupsi dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid mengadakan serangkaian kegiatan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk dan penyelewengan pupuk bersubsidi. Kegiatan ini dilakukan bersama Polda Jawa Timur (Jatim), Dinas Pertanian, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim, pada Rabu (23/3/2022).

Adapun kegiatan dilakukan dengan memantau dan mengevaluasi distribusi Pupuk dari PT Petrokimia Gresi, Distributor, Kios/ pengecer hingga ke kelompok Tani. Harun Al Rasyid mengatakan kegiatan ini merupakan penugasan dari Kapolri.

Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) pencegahan korupsi dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid mengadakan serangkaian kegiatan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk dan penyelewengan pupuk bersubsidi. (Dok. Kepolisian Republik Indonesia)

“Agar para petani tidak mengalami kelangkaan pupuk dan tidak ada pupuk bersubdisi diselewengkan atau diterima oleh pihak pihak yang tidak berhak,” ujar Harun dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/3)

Masalah ini, kata Harun, akan di urai satgasussus dari hulu ke hilir dan sebaliknya.

“Kita akan melihat hubungan kerja dan alurnya seperti apa dengan kata lain integrasi bisnis dan usaha ini seperti apa terlebih dahulu,” katanya.

Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) pencegahan korupsi dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Harun Al Rasyid mengadakan serangkaian kegiatan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk dan penyelewengan pupuk bersubsidi. (Dok. Kepolisian Republik Indonesia)

“Demikian juga dengan E-RDKK yang berupa pengajuan dari Gapoktan gabungan kelompok tani (gapoktan),” tambah Harun.

Harun mengatakan, nantinya data-datanya akan dicermati seksama dan teliti di Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota agar dalam pengajuannya tidak ada manipulasi data.Selanjutnya, pihaknya akan dengan sangat holistik dan komprehensif melihat dan mengkaji produksi dan distribusi pupuk.

“Sehingga diharapkan tidak akan adalagi kelangkaan dan penyelewengan pupuk bersubsidi,” pungkasnya (Rel/Ika)