INDIESPOT.ID, Medan – Satuan Reskrim Polrestabes Medan masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang dialami seorang wanita bernama, Suryati (64). Diketahui, kepala wanita itu bocor, lantaran dilempar handphone oleh anaknya, Gali (34).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, 14 Februari..
Kasat Reskrim Polrestabes, Kompol M Firdaus mengatakan, korban sendiri telah melapor ke institusinya, sesaat setelah kejadian.
“Korban sudah buat laporan,” ujar Kompol Firdaus kepada wartawan, Selasa, 15 Februari.
Kata dia, timnya juga telah meminta keterangan korban. Bahkan, korban juga telah divisum.
“Korban sudah dibawa untuk divisum dan sudah diperiksa,” ucapnya.
Namun, Kompol Firdaus belum merinci kronologi kejadian. Pelaku masih dalam pencarian.
Sebelum peristiwa penganiyaan korban yang biasa dipanggil Nek Suryati diusir pelaku dari rumahnya sejak 3 bulan lalu, tanpa alasan yang jelas. Suryati, lalu hidup terlunta-lunta di jalanan.
Dia lalu meminta izin untuk tinggal di Masjid Hikmah, Al Masturoh di Kecamatan Subggal. Mengeatui hal itu Ketua BKM majid, Muhammad Umar, menawarkannya nek Suryati tinggal di pondok pesantren miliknya di Kecamatan Sunggal.
Di sana Suryati menjadi petugas kebersihan sekaligus diberikan kesempatan belajar mengaji gratis. Namun nyatanya, anak Suryati tetap menganggu ibunya.
Anaknya itu kerap meneror ibunya dengan cara mendatanginya di Pondok Tahfidz. Namun, Senin, 14 Februari Pelaku meminta sejumlah uang tapi tidak diberikan Suryati.
Kata Umar yang juga saksi mata, saat itu pelaku sempat pergi, namun tal lama berselang dia kembali datang. Dia lalu meminta uang Rp 20 ribu ke korban.
Karena tidak diberi kata Umar, pelaku melempar kening korban dengan handphones hingga bocor.
Pasca kejadian itu Umar membawa Suryati berobat ke Puskesmas. Lalu selanjutnya bersama korban melaporkan peristiwa ini ke Polrestabes Medan.
Kata Umar, berdasarkan keterangan masyarakat penganiyayaan yang dilakukan Gali, lantaran dia pecandu narkoba.
“Kalau cerita masyarakat dia memang menggunakan narkoba. Kalau nggak mana mungkin bisa seperti itu anehnya. Masa orang tua kandung digituin. Informasi masyarakat seperti itu,” kata Umar, Senin, 14 Februari. (Satria)
