Site icon Indiespot.id

5 Realita yang Kamu Hadapi Saat Masih Single di Usia Matang, Benar Nggak?

Ilustrasi Bingung (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Kebanyakan orang beranggapan bahwa menikah itu sebuah target di usia tertentu. Sehingga masih sendiri di usia yang terbilang matang sering kali membuatmu menjadi bahan omongan orang sekitar. Tapi sebenarnya pernikahan itu bukan target, yang membuat kamu berlomba-lomba untuk menikah. Lagipula, nyatanya lulus kuliah, menikah, bahkan memiliki anak adalah murni pilihan dari masing-masing individu.

Kalau di usiamu sekarang, teman-temanmu sudah banyak yang berumah tangga, mau nggak mau kamu harus siap untuk ditanya “Kapan nikah?” oleh orang-orang sekitar. Kamu harus lebih menguatkan mental. Karena ada beberapa realita yang nantinya akan kamu hadapi jika masih single di usia matang, lho. Apa aja ya kira-kira? Yuk simak ulasannya!

1. Dianggap ketinggalan

Normalnya orang menikah di negara kita ini berada pada usia di bawah kepala tiga, terlebih jika dia seorang perempuan. Ada stigma yang berkembang di masyarakat bahwa belum menikah di usia matang nantinya akan dijuluki perawan atau perjaka tua. Stigma itu seperti bom yang akan meledak sewaktu-waktu. Padahal, menikah itu sebenarnya nggak punya target usia. Kita memang punya usia produktif. Tapi, bukan berarti lho menikah di usia yang lewat dari usia produktif bisa dianggap sebagai sebuah ketertinggalan.

Seseorang yang menikah saat usianya masih muda nggak bisa dijuluki sebagai pemenang, begitu pula sebaliknya. Cepat lambatnya menikah itu bukan ukuran keberhasilan seseorang. Menikah itu urusan kapan seseorang dianggap siap oleh Tuhan untuk berbagi kehidupan dengan orang lain. So, di sini untuk dianggap siap, patokannya bukan usia, karier, ataupun matang secara finansial.

2. Dianggap terlalu pemilih

Nggak sedikit orang beranggapan bahwa seseorang yang masih sendiri di usia matang itu diakibatkan karena dirinya yang terlalu pilih-pilih pasangan. Kalau kamu dihadapkan pada situasi ini, kamu harus menyikapinya dengan santai. Segala anggapan orang memang nggak perlu kamu jadikan pikiran ataupun beban. Cukup kamu sendiri yang paling mengerti mengapa kamu masih betah sendiri. Kalau pun memang karena kamu terlalu selektif, itu juga hakmu dan nggak ada yang boleh menghakimi. Nantinya yang menjalani kehidupan rumah tangga, kan, kamu bukan mereka. Cuma kamu juga yang tahu persis orang seperti apa yang paling cocok mendampingimu.

3. Dibilang asyik mengejar karier

Karier sering kali dijadikan kambing hitam atas kesendirian orang lain di usianya yang terbilang matang. Padahal, pada dasarnya anggapan fokus berkarier hingga lupa menikah itu sebuah hal yang nggak benar lho. Saat seseorang memutuskan belum mau menikah, itu pasti dilakukannya secara sadar.
Mungkin orang tersebut ingin memiliki tabungan masa depan dulu sebelum akhirnya dia menikah dan memiliki keluarga. Lagi pula, kalau udah berumah tangga, tentu karier juga nggak bisa dikejar habis-habisan mengingat ada tanggung jawab lain yang harus diemban kan? Jadi, stop untuk mengomentari keputusan yang diambil orang lain atas kehidupannya. Setiap orang berhak menentukan cara hidupnya masing-masing.

4. Dijodoh-jodohkan

Kamu harus siap dengan realita yang satu ini. Karena nyatanya realita ini yang harus kamu hadapi jika masih single di usia matang, yaitu dijodoh-jodohkan. Apa kamu pernah mengalami hal demikian? Kalau pernah, kamu nggak perlu menganggapnya terlalu serius atau sampai benci ke orang sekitar. Tujuan mereka menjodoh-jodohkanmu sebenarnya baik, itu karena mereka peduli dan ingin kamu bahagia.

Lagian, nggak ada salahnya juga kan kalau kamu berkenalan dengan banyak orang baru? Kita kan memang disarankan untuk mengusahakan jodoh. Siapa tahu nih di antara orang yang dijodoh-jodohkan keluarga atau teman-temanmu, memang ada yang benar-benar jadi jodohmu. Ingat lho, kata orang, banyak pertemuan jodoh itu lewat kejadian nggak masuk akal atau bahkan lewat bercandaan antar teman.

5. Kehilangan teman nongkrong dan jalan-jalan

Saat usia semakin dewasa, kehilangan teman nongkong dan jalan-jalan adalah sebuah hal yang nggak bisa dilawan. Semakin dewasa, prioritas orang lain akan berubah, termasuk temanmu. Dia yang dulunya selalu menghabiskan waktu bersamamu, mungkin sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga barunya. Kamu nggak bisa menolak atau merenungi realita pahit tersebut.

Nyatanya kita memang hanya tersisa sendirian saat usia semakin matang. Oleh karena itu, kita disarankan untuk menikah agar punya teman hidup yang bisa diajak berbagi selamanya. Sudah mengerti kan mengapa kita disarankan untuk menikah?

Itu dia sederet realita yang dihadapi saat kamu berada di usia yang sudah matang tapi masih sendiri. Harus kuat-kuat mental, ya. Memang nggak gampang jadi berbeda dari orang kebanyakan. Nggak perlu gundah apalagi galau perihal pasangan hidup karena yang mengatur bagian tersebut sudah ada. Tugasmu cukup berbaik sangka pada Tuhan dan terus memantaskan diri saja. Semangat! (Ika)