INDIESPOT.ID, Medan – Penyelesaian persoalan jalan rusak di Sumatera Utara masih terkendala pendanaan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Bambang Pardede kepada sejumlah awak media, Rabu, 12 Januari, di Kantor Gubernur Sumut.
Bambang mengungkapkan, berdasarkan hasil perhitungan mereka di Dinas Bina, setidaknya dibutuhkan lebih dari Rp 5 triliun untuk menyelesaikan masalah kerusakan jalan secara keseluruhan.
“Hitungan kami angkanya sangat besar lebih dari Rp 5 triliun,” katanya.
Bambang menjelaskan kondisi keuangan daerah membuat mereka harus melakukan berbagai langkah untuk memantapkan jalan-jalan provinsi yang memiliki panjang 3.005,65 km.
Saat ini mereka memiliki dukungan anggaran senilai Rp 2,7 triliun untuk melakukan pengerjaan fisik yang dilakukan dengan skema multi years.
“Angka ini sendiri merupakan angka yang fantastis. Ini akan kita rangkum menjadi satu paket pengerjaan yang terintegrasi,” ungkapnya.
Bambang memastikan, dana ini akan dipergunakan semaksimal mungkin meskipun belum mengkover seluruh perbaikan jalan yang dibutuhkan. Berbagai skema perbaikan hingga perawatan sudah dirancang agar kedepan tidak ada lagi jalan provinsi yang dibangun tanpa adanya perawatan berkala.
“Tahun 2022 kita proyeksikan tidak ada lagi jalan provinsi yang tidak terawat secara berkala. Kita mau 2022 jalanan kita ‘zero hole’,” pungkasnya. (Satria)
