Site icon Indiespot.id

Biar Nggak Salah, Ini Lho 5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Ketika Kamu Diminta Menjadi Teman Curhat!

Ilustrasi OOTD (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Sebagian besar dari kamu tentu pernah kan menjadi teman curhat seseorang. Saat kamu dijadikan teman curhat, itu berarti kamu dinilai sebagi orang yang dipercaya dan mengerti apa yang sedang ia alami. Namun dari kita terkadang masih ada saja yang nggak bisa menjadi teman curhat yang baik bagi orang-orang tersebut.

Entah karena kamu memang nggak mengerti bagaimana cara memposisikan diri, atau bahkan bisa jadi kamu terlalu menyepelekan ceritanya sehingga kamu merasa tidak terlalu mempedulikannya. Nah, biar kamu kedepannya nggak salah memposisikan diri di saat seperti itu, tips berikut ini dapat kamu terapkan.

1. Jadilah pendengar yang baik

Pertama sekali yang bersifat oenting adalah menjadi pendengar yang baik saat orang lain berbicara. Apalagi saat kamu sedang berhadapan dengan temanmu yang ingin menceritakan sesuatu kepadamu. Kamu dianggap orang terpecaya, karena baginya apapun yang akan ia ceritakan nanti pasti dapat kamu simpan dengan baik. Sehingga dengan begitu, sudah selayaknya kamu menjadi orang yang memang pantas dipercaya untuknya.

Nah, saat teman kamu bercerita, jadilah pendengar yang baik. Dengarkan ceritanya dengan cermat, tanpa melakukan kesibukan lain seperti memainkan ponsel atau kegiatan lainnya, ya. Dengan begitu maka kamu sudah menunjukkan bahwa kamu menghargainya yang sedang berbicara.

2. Berlaku objektif

Biasanya saat kita mendengar curhatan dari seseorang, nggak jarang kamu ikut tenggelam
dalam ceritanya. Misalnya, saat ia menceritakan hal yang konyol dan lucu maka kamu tertawa, atau saat ia menceritakan hal yang memilukan maka kamu juga ikutan sedih. Jika ia menceritakan sesuatu yang memilukan sehingga membuatmu tersulut emosi, maka hal yang harus kamu lakukan adalah berusaha untuk menetralkan emosi tersebut. Nah, saat begitu, posisikan dirimu secara objektif. Tempatkan dirimu menjadi pihak yang netral sehingga dengan begitu kamu mampu menanggapinya dengan emosi dan pikiran yang dingin.

3. Jangan judgemental

Memberikan masukan, kritikan, ataupun tanggapan kepada ia sebenarnya bukan masalah. Namun ini akan jadi masalah saat kamu memberikan tanggapan yang bersifat menyalahkan dan malah membuat dia merasa terpojokkan.

Nah, saat sekali pun kamu menyadari bahwa dia memang menjadi pihak yang salah, kamu sebaiknya nggak secara langsung menyalahkannya. Selain bersifat objektif, kamu juga perlu untuk berupaya agar tidak menghukuminya. Jangan niat awalnya curhat yang ia pikir mampu membuatnya merasa lega, malah semakin membuatnya menanggung beban dengan sikap judgmentalmu itu, ya. Jangan lupa bahwa tugasmu disini ialah sebagai pendengarnya yang ia percaya mampu membuatnya merasa dimengerti.

4. Berikan pelukan hangat dan ucapan yang menenangka

Munculnya rasa empati, perasaan mengerti dan memahami bagaimana rasanya berada diposisinya, membuatnya merasa memiliki orang baik dihidupnya. Lakukan hal-hal yang mampu membuatnya merasa tidak sendirian menanggung masalahnya, contohnya seperti pelukan hangat. Kamu juga bisa menanggapi ceritanya dengan ucapan-ucapan yang mampu menenangkan hatinya yang sedang gundah gulana.

5. Siap ada untuknya

Jika kamu nggak bisa memberikan saran dan masukan yang bersifat positif, dengan sikap objektif dan pikiran dingin, menjadi orang yang sslalu ada untuknya dan mendengar apa saja darinya adalah hal yang sudah sangat baik kamu lakukan. Memang sih kamu nggak mampu membantunya, tapi seenggaknya kamu udah ada disampingnya. Kamu selalu siap ada untuknya. Itu juga menunjukkan bahwa kamu dipercayainya menjadi tempat nyaman nan hangat yang mampu memahami kisahnya. (Ika)