Site icon Indiespot.id

Penggunaan Air Fryer Dinilai Lebih Sehat, Padahal Ini Risiko Penggunaannya Lho!

Ilustrasi Alat Masak (Dok. freepik)

INDIESPOT.ID, Medan – Saat ini gaya hidup sehat banyak diminati masyarakat, mulai dari tren olahraga dan makanan sehat. Kesadaran masyarakat akan risiko mengonsumsi gorengan pun kian meningkat. Jadi nggak heran kalau saat ini banyak yang menggunakan air fryer atau alat menggoreng tanpa minyak.

Makanan yang dimasak menggunakan air frayer diklaim lebih sehat karena menghasilkan makanan yang digoreng tanpa minyak, sehingga lebih rendah kolesterol dan rendah kalori. Namun, jika diperhatikan lagi dari cara penggunaan, panas yang dihasilkan dan bahannya, air fryer juga berisiko membahayakan kesehatan, lho. Berikut beberapa risiko di balik air fryer, yuk pahami sebelum membeli!

1. Meruskan kandungan gizi

Memang makanan yang dimasak menggunakan air fryer tidak memerlukan minyak, tapi udara panas yang dihasilkan untuk mematangkan makanan cukup tinggi sehingga dapat merusak kandungan gizi pada makanan. Nah, rata-rata air fryer menghasilkan panas 180-250 derajat Celsius.
Hal ini lah yang menjadi risiko untuk kesehatan. Apalagi, air fryer juga sering digunakan untuk memasak beberapa jenis sayuran dan buah.

2. Dapat membentuk senyawa berbahaya pemicu kanker

Makanan yang yang dimasak menggunakan air fryer juga memiliki risiko yang sama berbahayanya dengan makanan yang di goreng lho. Karena proses memasak dengan suhu yang tinggi ini bisa menghasilkan senyawa berbahaya seperti aldehida, amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik pilisiklik. Dimana ketiga senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko kanker alias bersifat karsinogenik.

3. Menggoreng dengan air fryer bukan berarti bebas tanpa minyak

Saat kita masak menggunakan air fryer bukan berarti semua makanan dapat kita masak tanpa minyak. Beberapa makanan seperti daging ayam, ikan, dan sejenisnya masih perlu diolesi minyak untuk menghasilkan makanan yang garing dan kecokelatan. Sehingga makanan yang dimasak dengan air fryer belum tentu bebas minyak.

4. Bahan air fryer yang mengandung BPA berbahaya untuk kesehatan

Kalau memang harus membeli air fryer dan menggunakannya untuk memasak pastikan
pastikan bahan yang kamu pilih bebas dari BPA (Bisfenol A), ya. Karena BPA merupakan zat kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik.

Saat terkena panas BPA dapat meresap ke dalam makanan dan berbahaya untuk kesehatan, misalnya memengaruhi produksi hormon, mengganggu metabolisme, bahkan pada anak-anak bisa mengganggu fungsi otak.

5. Menggunakan air fryer nggak menjamin makanan lebih sehat

Melihat risiko pemanasan dan cara kerjanya, tenyata nggak semua makanan yang dimasak menggunakan air fryer dijamin lebih sehat daripada digoreng lho. Memang sih, makanan yang dimasak menggunakan air fryer memiliki kalori dan kolesterol yang relatif lebih rendah, tapi risiko lain seperti kerusakan gizi dan efek karsinogen membuat makanan bisa sama berbahayanya dengan digoreng.

Nah, jadi saat kita ingin mendapatkan makanan yang benar-benar sehat, kita bisa mengolahnya dengan cara lain, misalnya saja dikukus, direbus, atau disangrai. Tapi bukan berarti air fryer tidak boleh digunakan, kok. Hanya saja penggunaannya dianjurkan tidak untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi harus lebih bijak lagi dalam menggunakan air fryer, ya! (Ika)