Site icon Indiespot.id

Nekad Kumpul-kumpul Tahun Baru Nanti? 6 Risiko ini Perlu Kamu Perhitungkan 

Ilustrasi tahun baru (freepik)

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia hampir dua tahun belakangan ini menyebabkan ada banyak hal yang nggak bisa dilaksanakan dengan optimal. Mulai dari bekerja, sekolah, traveling, bahkan sekadar kumpul-kumpul.

Nah, saat ini kondisi pandemi di Indonesia bisa dibilang kian membaik. Libur akhir tahun yang sudah di depan mata pun seakan jadi momentum yang nggak boleh dilewatkan begitu saja, walaupun untuk sekedar kumpul-kumpul. Namun, sebelum kamu tergoda untuk merencanakan kumpul-kumpul pada libur akhir tahun nanti, sebaiknya perhitungkan dulu risiko berikut ini biar nggak menyesal.

1. Tidak bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

Sudah dapat dipastikan, saat kumpul-kumpul kamu tidak bisa menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mengapa? Alasan yang pertama karena pada saat kumpul-kumpul kemungkinan besar kamu akan sulit menerapkan jaga jarak. Belum lagi saat harus makan atau minum kamu perlu melepas masker, yang mana akan meningkatkan risiko tertular virus entah dari siapa.

Padahal kita semua tahu kalau melakukan vaksinasi dan disiplin menjalankan prokes, baik mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak adalah kunci memutus mata rantai penyebaran virus. Jadi kalau gitu gimana? Berisiko banget, kan?

2. Muncul varian virus Covid-19 yang makin ganas

Beberapa waktu lalu dikabarkan telah muncul varian virus B.1.1.529 di Afrika Selatan yang memiliki transmisi lebih tinggi dari varian Delta. Padahal kekhawatiran kita dengan virus Covid-19 varian Delta yang disebut-sebut paling cepat penyebarannya belum juga reda.

Nah, dengan nekad melakukan kumpul-kumpul saat kondisi masih penuh ketidakpastian, bukan tidak mungkin akan memicu munculnya varian virus Covid-19 lainnya di Indonesia. Karena mutasi virus Covid-19 bisa jadi melamah atau justru menguat, langkah yang harus masing-masing kita ambil adalah mencegah mutasi tersebut dengan cara konsisten menerapkan prokes.

3. Lebih berisiko terpapar virus Covid-19

Nggak ada yang bisa menjamin seseorang 100% terhindar dari virus Covid-19 lho. Karena sejak awal pandemi, nggak ada satu hal yang bisa menjamin akan hal itu. Dan risiko yang paling membayangi jika kamu nekad kumpul-kumpul akhir tahun nanti adalah terpapar virus Covid-19.

Meski begitu, semua orang dapat memperkecil risiko terpapar virus dengan banyak cara, seperti menjaga kesehatan dan kebugaran serta memprioritaskan prokes saat melakukan aktivitas apapun, terlebih jika melibatkan orang banyak.

4. Membawa pulang birus dan menularkannya ke orang

Seperti yang kamu tahu, virus Covid-19 bisa menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala apapun, dan ini adalah kasus yang cukup berbahaya. Bukan berbahaya bagi yang terinfeksi, melainkan berbahaya bagi orang terdekat yang mungkin rentan terhadap Covid-19.

Ternyata melakukan kumpul-kumpu tidak hanya memperbesar risiko untuk terpapar virus Covid-19 aja lho, tetapi juga memperbesar risiko penularan virus kepada orang terdekat di rumah, terlebih jika kamu adalah orang tanpa gejala. So, tidak ke mana-mana pada saat libur akhir tahun nanti artinya melindungi dirimu sendiri dan juga orang terdekat.

5. Kembali terjadi lonjakan kasus seperti tahun 2020

Libur akhir tahun merupakan peluang kembali adanya lonjakan kasus virus Covid-19. Ini adalah risiko yang harus benar-benar kamu perhitungkan.

Nah, berkaca pada libur Natal dan Tahun Baru (nataru) 2020 lalu saja, data covid19.go.id mencatat pada tanggal 1 Desember kasus konfirmasi harian berada di angka 5.000. Sementara pada tanggal 30 Januari atau pasca libur nataru, kasus konfirmasi harian melonjak hingga lebih dari 14.500.

Lonjakan kasus tersebut terjadi tidak lain karena adanya pergerakan masyarakat dalam jumlah besar, meski pemerintah telah mengeluarkan aturan pembatasan mobilitas. Nah, jika kamu nekad nggak mengindahkan aturan yang saat ini berlaku dan tetap kumpul-kumpul, lonjakan kasus adalah hal yang akan sama-sama kita hadapi lagi. Nggak mau, kan?

6. Pandemi akan berlangsung lebih lama

Tentu kita nggak mau lagi mengalami situasi pandemi ini. Karena semakin lama pandemi berlangsung, maka akan makin banyak aktivitas dan rencana yang tertunda atau bahkan gagal.

Ingat ya, tidak melakukan aktivitas yang bukan prioritas seperti kumpul-kumpul pada saat libur nataru bukan hanya demi melindungi diri dan keluarga dari virus Covid-19. Akan tetapi lebih daripada itu, karena kamu berkontribusi untuk mempercepat pemulihan kondisi dari pandemi. Jika tetap nekad melakukan kumpul-kumpul dengan segala risiko yang sudah disebutkan di atas, kondisi pandemi bisa jadi akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Sebab, aturan dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah ke depannya bisa jadi semakin ketat. Jika ini terjadi, mau nggak mau kamu harus rela menunda hasrat untuk liburan ke destinasi impian, atau bahkan mudik untuk bertemu keluarga lebih lama lagi.

Itu dia risiko yang harus kamu perhitungkan jika nekad kumpul-kumpul saat libur nataru nanti. Udah tau kan? Jadi tuk saling jaga, yang dimulai dari diri sendiri (Ika/Berbagai Sumber)