Bagi orang yang menyukai dunia tari, melakukan gerakan ke sana ke mari menjadi suatu hal yang menyenangkan. Tanpa disadari, menari ternyata dapat memperbaiki suasana hati dan kesehatan mental.
Lalu, bagaimana hubungan antara menari dengan kesehatan mental? Apa saja yang menjadi manfaatnya? Berikut penjelasannya;
1.Tarian bebas
Gerakan tarian bebas atau yang kerap dikenal dengan free-flowing dance menurut studi yang dipublikasikan dalam UCLA Health pada Agustus 2021 lalu, menunjukkan hasil yang positif pada kondisi mental pada partisipannya.Ini karena tarian bebas tersebut memberikan lebih banyak kepercayaan diri dan menimbulkan rasa kasih dalam hati.
2.Tarian berkoreografi
Siapa sangka, ternyata tarian berkoreografi dapat meningkatkan fungsi otak. Dimana tarian berkoreografi dapat merangsang otak secara kognitif lewat mengingat gerakan. Itulah mengapa terjadi peningkatan pada kesehatan otak
3.Synchronized dance
Tarian yang di sinkronisasikan seperti flash mob atau zumba memiliki manfaat untuk membangun kedekatan dan membuat orang-orang yang melakukannya merasa dekat satu sama lain lho.
Tarian jenis ini juga dinilai dapat membangun persahabatan. Bahkan dapat meningkatkan rasa toleransi yang lebih tinggi. Sebab ketika menari, hormon endorfin dilepaskan. Dengan demikian, masing-masing penari bisa merasakan kedekatan satu sama lain dengan lebih efektif.
4.Dance therapy
Tari terapi atau therapy dance merupakan sebuah gerakan psikoterapi yang digunakan untuk menyelaraskan kognitif, emosional, sosial, dan juga fisik penarinya. Gerakan dan tarian yang masuk dalam kategori ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan keterampilan interpersonal. Selain itu, rasa cemas dan depresi juga akan menurun. (Ika/berbagai sumber)
