Site icon Indiespot.id

Peringati Hari Sumpah Pemuda, WBP Rutan Kelas 1 Labuhan Deli Buat Robot

INDIESPOT.ID, Medan – Memperingati hari sumpah pemuda, warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Kota Medan, ramai-ramai menunjukkan kreatifitasnya.

Meskipun mereka berada di dalam jeruji besi, namun tak menyurutkan semangat warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas 1 Labuhan Deli, Kota Medan untuk menunjukkan kreatifitasnya.

Mereka mengekspresikan semangatnya dengan belajar menari daerah hingga membuat kerajinan tangan dari bahan bekas. Hasilnya barang yang tidak terpakai jadi punya, nilai ekonomis.

Inovasi itu ditunjukkan saat Rutan kelas 1 Labuhan Deli menggelar pentas seni dan kerajinan tangan, warga binaan, Kamis, 28 Oktober.

Kegiatan diawali dengan tarian. Di sebuah ruang terbuka yang cukup lebar terdengar suara musik khas batak.

Mereka lalu memulai tarian tor-tor, sejumlah warga binaan tampak berbaris rapi menari dan menggoyangkan tubuh mengikuti alunan musik. Walau tidak seluas penari profesional mereka sungguh-sungguh menampilkan kemampuan mereka. Warga binaan lain memberi semangat dengan bersorak-sorai. Selain tarian batak, mereka juga menunjukkan kebolehanya menari jawa dan melayu. Usai tarian mereka juga unjuk kebolehan menunjukaan membuat kerjajinan tangan.

Bermodalkan korek gas bekas, mereka menyulapnya menjadi miniatur robot yang unik.

Barang-barang ini nantinya, akan dipasarkan pihak lapas ke luar dan hasilnya akan diberikan kepada mereka.

Warga binaan pembuat miniatur robot, Pujiharto mengaku senang dengan aktivitas kerajinan tangan yang dibuatnya. Bersama dua temannya Bambang Sutejo dan Adi Saputra dia bisa menghabiskan waktu 4 hari untuk membuat satu robot.

“Bahan bakunya dari bekas pakai mancis (korek api gas), sisa sisa yang tidak dipergunakan,” ujar Pujihartono.

Foto : Indiespot.id / Ars

Dari aktivitasnya itu, Puji Hartono yang divonis 3 tahun kasus kasus penggelapan, merasa waktu dalam tahanan terasa begitu cepat dan bermanfaat. Masa tahanan kini tinggal 2 tahun lagi

Sementara itu Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimron Sihotang mengatakan kegiatan ini sengaja digelar dalam rangka menigkatkan dan menumbuhkan jiwa kepemudaan warga binaan.

“Ini menjadi tanggung kita bersama bahwa mereka bagian dari pemuda Indonesia, bahwa mereka punya kemampuan. Mereka punya keinginan,” sebutnya.

Jadi kata dia sebagai petugas ke masyarakatan pihkanya wajib memfasilitasi kemampuan warga binaan.

Nimron berharap ke depannya masyarakat tidak memberikan stigma negative kepada warga binaanyang telah menjalani masa hukuman.

“Mari kita bersama membangun pemuda kita dari rutan dan lembaga kemasyarakatan khususnya kita bisa berkolaborasi dalam hal membangun ketahanan pangan nasional dan mendukung UMKM,’’ ucapnya.

Nimron juga mengatakan keinginan warga binaan untuk berubah juga sangat kuat.

“Mereka sudah menunjukkan dari hasil mereka kelola di pertanian kita sudah mengelola 23 hektar tanaman jagung di Helvetia precut, kita juga menghasilkan pendapatan Negara bukan pajak,’’ demikian Nimron.