INDIESPOT.ID, Medan – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan menggelar Diskusi Sumpah pemuda dengan Tema “Menilik Esensi, Urgensi dan peran kaum muda dalam upaya merawat demokrasi yang semakin terdegradasi”.
Saat ini, HMI melihat, peranan pemuda semakin menurun dalam esensi kepemudaan serta terdegradasinya demokrasi.
Disskusi ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Dadang Darmawan Pasaribu (Sekjen MW KAHMI SUMUT 2021-2026), Ryan Juskal (Carataker Ketua DPD KNPI Medan) dan Fuji S.M Bako (Wabendum PB HmI 2021-2023).
Dadang Darmawan Pasaribu, dalam paparannya, menyebutkan jika dalam esensi, peran dalam pemuda adalah “kebijaksanaan” dalam tubuh pemuda.
“Kebijaksanaan dalam pemuda yang semakin menipis, sehingga terdegradasi nilai nilai gelora api pada pemuda saat ini, dan bagaimana Indonesia mampu merdeka dikarenakan ada faktor sadar atau kesadaran sehingga Pemuda mampu bersatu untuk melawan penindasan dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Dadang.
Dadang mengatakan bahwa Refleksi Sumpah pemuda itu hanya sebatas debu. Namun, jadikanlah semangat pada pemuda terdahulu menjadi refleksi bagi pemuda saat ini .
Sementara, Carataker Ketua KNPI Medan, Ryan Juskal mengatakan bahwa, ada 3 Trisakti yang harus melekat pada pemuda. Yakni cinta, cita dan cipta.
Pemuda, harus mampu berkolaborasi pada masyarakat atau kelompok manapun demi terciptanya masyarakat adil makmur. Dikatakanya, Sumpah Pemuda bagian dari kolaborasi yang dilakukan oleh banyak kelompok.
“Jong Batak Bond, Jong Ambon, Jong Celebest, Jong Borneo, Jong Java dan lainnya. Semua itu tercipta karena ada Cinta, ya karena kecintaan terhadap bangsa dan negara, mereka bersatu dalam Cita dan melakukan aksi dengan Cipta,” kata Ryan.
“Begitupun hari ini, para pemuda harus memiliki Cinta, Cita dan Cipta untuk berkontribusi aktif bagi bangsa dan negara. Apapun kelompokmu, apapun ideologimu, ayo hilangkan ego sektoral dan lakukanlah Kolaborasi. Sebab, kunci utama untuk menyongsong masa depan yang lebih gemilang adalah Kolaborasi,” sambungnya.
Sedangkan, Fuji SM Bako, dalam materinya mengatakan, hal yang paling istimewa pada pemuda adalah idealismenya.
“Maka dari itu rawatlah idealisme sampai di titik akhir hayatmu dan pesan dari beliau adalah tetaplah baca buku dan jangan lupa diskusi,”ungkapnya. (SAT)
