Indiespot.id , Bali – Gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo, terjadi di 8 km barat laut Kabupaten Karangasem dan Bangli, Bali, Sabtu (16/10) pukul 03.18 WIB. Dampak dari gempa ini, menimbulkan musibah longsor dan runtuhnya rumah warga.
Berikut rentetan peristiwanya yang dirangkum indiespot.id.
1. Korban Tewas 3 Orang dan 7 Lainnya Terluka
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan ada 9 rumah runtuh karena gempa. Akibat reruntuhan itu, di Kabupaten Karangasem satu warga tewas dan tujuh lainnya mengalami luka berat.
“Mereka yang luka-luka telah dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem,”ujar Abdul Muhari, Sabtu (17/10).
Selanjutnya Kabupaten Bangli, dua warga tewas dan telah dievakuasi ke puskesmas setempat. Lalu 4 orang tertimbun bangunan berhasil dievakuasi Tim SAR dengan selamat
2. Gempa juga Memicu Longsor
Dampak gempa juga memicu longsoran (landslide) dan reruntuhan batu (rockfall) di wilayah Kabupaten Bangli. Keadaan ini menghambat proses evakuasi korban oleh tim BPBD di Kabupaten Bangli. Karena akses, jalan menuju lokasi terhalang material longsoran dan runtuhan batu tersebut.
“Untuk akses melalui darat tidak bisa dilakukan, jadi akses ke lokasi kejadian hanya bisa melalui danau untuk sementara,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Made Rentin
3. Penyebab Gempa Bumi Kerana Aktivitas Sesar Lokal
Menurut analisa dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) Wilayah III Denpasar, fenomena gempabumi Bali M 4,8 itu terjadi akibat aktifitas sesar lokal dan termasuk dalam kategori gempabumi dangkal.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas sesar lokal,” kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Agus Wahyu Raharjo melalui keterangan tertulis.
4. Setelah Gempa M 4,8 Terjadi Dua Kali Gempa Susulan
Setelah gempa M 4,8 Balai Besa MKG Wilayah III Denpasar juga mencatat hingga pukul 16.42 WITA, terjadi gempabumi susulan (aftershock) sebanyak dua kali dengan magnitudo 3,8 dan 2,7 yang dirasakan di Karangasem.
Berdasarkan kajian risiko dari InaRisk BNPB Provinsi Bali, gempa yang terjadi memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi terhadap potensi ancaman gempabumi.
InaRisk menyebutkan bahwa ada sebanyak sembilan kabupaten yang memiliki potensi risiko tersebut. Apabila melihat kajian lebih mendalam, Kabupaten Bangli, khususnya di Desa Terunyan, sebagai salah satu wilayah terdampak gempabumi M 4,8, tercatat memiliki potensi gempabumi dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi. Potensi itu juga dimiliki oleh wilayah lain seperti Kecamatan Kintamani, Kecamatan Tejakula, dan Kecamatan Rendang.
5. Masyarakat Diminta Siaga Terhadap Potensi Gempa Susulan
Merujuk pada informasi dan hasil asesmen serta analisa dari BMKG dan InaRisk, BNPB meminta agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan selalu waspada adanya potensi gempabumi susulan.
Hal yang sama juga untuk potensi longsor mengingat kawasan terdampak saat ini mungkin masih labil.
Guna menghindari adanya informasi yang tidak benar, masyarakat juga diimbau untuk dapat mengakses informasi dari pihak-pihak berwenang seperti BNPB dan BPBD setempat serta BMKG (Mur)
