Polisi di Madina Gagalkan Penyelundupan 570 Kg Ganja, 1 Tersangka Ditembak

  • Whatsapp

Indiespot.id-Medan, Polisi mengungkap kasus penyeludupan 570 kilogram ganja di Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. 3 pelaku berhasil ditangkap, 1 di antaranya terpaksa harus ditembak.

Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan 3 tersangka yang ditangkap berinisial, IN (19), AL (31) dan RW (27). Kata Horas pengungkapan bermula dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi ganja di lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Lalu personil Satreskoba Madina yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba AKP Manson Nainggolan, menyelidikinya.

“Penyelidikan selama 15 hari, sejak mulai tanggal 8 januari 2021, sampai dengan 22 januari 2021 di daerah Kelurahan Laru Lombang,” ujar Horas Rabu (27/1)

Lalu ujar Horas, pada Jum’at (22/1) sekitar pukul 14.00 WIB polisi menangkap IN di lokasi kejadian. Dia ditangkap saat akan membawa ganja di sebuah Truk Fuso. Polisi lalu menggeledah bagian belakang truk

“Di situ ditemukan beberapa karung goni plastik yang ditutupi dengan 2 buah tenda plastik warna biru yang diduga beberapa karung goni tersebut berisikan narkotika jenis ganja,” ujar Horas

Saat itu polisi juga menyita 2 unit senjata rakitan laras panjang dan pendek. Ketika mengamankan barang bukti IN menyerang petugas dengan cara menendang bagian perut, lalu dia mencoba melarikan diri.

Polisi pun melakukan tembakan peringatan sebanyak 2 kali, namun tidak dihiraukan hingga akhirnya IN harus ditembak.

“Tindakan tegas dan terukur (polisi) mengenai paha sebelah kanan tersangka IN,” ujar Horas.

Selanjutnya kata dia, polisi juga menangkap 2 tersangka lainnya. Mereka yakni AL dan RD. Ke duanya, berperan sebagai pemantau IL yang membawa ganja

“Mereka ditangkap di dekat lokasi kejadian perkara, tepatnya di warung milik masyarakat setempat yang berjarak kurang lebih 15 meter, dari lokasi kejadian ” ujar dia

Di dalam warung polisi juga membawa barang bukti lainnya. Setelah, dihitung total ganja yang diamankan seberat 570 kilo gram.

Kata Horas, barang bukti itu rencananya akan dibawa ke Tanggerang, Jakarta dia disuruh mengantar barang haram itu oleh rekannya JI yang kini masih buron.

IN sendiri sudah 2 kali melakukan aksinya pertama pada Desember 2020. Dia berhasil mengirimkan 300 kilo gram ganja. Namun pada saat pengiriman ke dua ia tertangkap.

“Pada pengiriman pertama IN diberikan upah Rp20 juta,” ujar Horas

Sementara itu menurut keterangan IN, kata Horas. Tersangka RD dan Al hanya memantau truk Puso dari pergerakan polisi.

“Mereka menerima uang sejumlah Rp50.000 per 1 orangnya sebanyak 2 kali dari DPO JI

Atas perbuatanya para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 AYAT (2) dan Subs Pasal 115 Ayat (2) Jo 132 Ayat (1) dan Pasal L 131 UU RI NO. 35 Tahun 2009 Tentanh Narkotika.

“Pidana penjaranya paling singkat minimal 5 tahun dan paling lama maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” ujarnya. (E4)