Daftar Penderita Penyakit Komorbid yang Tak Bisa Menerima Vaksin Covid-19 Menurut PABDI

  • Whatsapp
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Indiespot.id/Unsplash: Daniel Schuldi)

Indiespot.id-Medan. Vaksinasi merupakan bentuk upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghentikan laju penyebaran virus corona di Tanah Air. Seperti yang diketahui, 3 juta vaksin telah tiba di Indonesia dan disebarkan ke seluruh provinsi.

Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yang akan divaksin guna meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang didatangkan aman untuk masyarakat. Dikabarkan, Presiden akan disuntik vaksin pada Rabu (13/1) mendatang dan akan disiarkan secara langsung.

Bacaan Lainnya

Sehari setelahnya, tenaga kesehatan pula yang akan melaksanakan vaksinasi. Sebab merekalah yang garda terdepan yang selalu berkontak langsung dengan pasien terinfeksi Covid-19. Setelahnya sesuai roadmap, seluruh masyarakat Indonesia juga akan bergiliran divaksinasi membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity.

Namun, orang dengan kondisi tertentu tidak dapat menerima vaksin Covid-19 karena dapat menimbulkan reaksi yang berbeda. Seperti berada diluar usia 18-59 tahun, ibu hamil atau anak-anak, memiliki alergi akut, memiliki penyakit penyerta/komorbid, dan sudah pernah terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya.

Vaksin Corona Sinovac saat disimpan di Bio Farma (Indiespot.id/Sekretariat Presiden)

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) telah memberikan rekomendasi daftar pemberian vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac terhadap orang dengan komorbid atau penyakit penyerta.

Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan data publikasi fase I/II mengenai Sinovac, data uji fase III di Bandung, dan data uji vaksin inactivated lainnya. Rekomendasi ini diberikan kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dengan tembusan ke Kementerian Kesehatan.

Berikut daftar penderita penyakit komorbid yang tak bisa atau belum layak divaksin Covid-19 menurut PABDI:

1. Penyakit Autoimun Sistemik

Secara khusus, PP Paralmuni tidak merekomendasi pemberian vaksin Covid-19 pada orang dengan autoimun, seperti SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

2. Pasien dengan Infeksi Akut

Pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang ditandai dengan demam tidak direkomendasikan menerima vaksin Covi-19 sebab dapat menimbulkan kontraindikasi vaksin.

3. PGK (penyakit ginjal kronis) non dialisis, PGK dialisis, trasnplantasi ginjal, sindroma nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid

PABDI juga tidak merekomendasikan pemberian pada pasien PGK non dialisis, PGK dialisis, resipien transplantasi, dan sindroma nefrotik yang menerima imunosupresan/ kortikosteroid. Hal ini disebabkan karena belum ada uji klinis mengenai efikasi dan keamanan vaksin tersebut terhadap populasi ini.

4. Sindrom Hiper IgE

Pasien Hiper IgE tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi.

5. Gagal Jantung

Pasien yang mengalami gagal jantung tidak direkomendasikan menerima vaksin Covid-19 sebab belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid-19 pada kondisi tersebut.

6. Penyakit Jantung Koroner

Sama halnya dengan pasien gagal jantung, penderita jantung koroner tidak dianjurkan menerima vaksin Covid-19 sebab belum ada data mengenai keamanan vaksin Covid-19 pada kondisi tersebut.

7. Hipertiroid/hipotiroid karena Autoimun

Pasien hipertiroid/hipotiroid karena autoimun tidak dianjurkan diberikan vaksin Covid-19 sampai ada hasil penelitian yang lebih jelas dan telah dipublikasi.

8. Kanker

Pasien kanker, kelainan hematologi seperti gangguan koagulasi, pasien imunokompromais, pasien dalam terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, dan penerima produk darah belum layak mendapatkan vaksin Covid-19.

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Dengan tidak adanya data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

9. Penyakit-penyakit Gastrointestinal

Penyakit-penyakit gastrointestinal yang menggunakan obat-obat imunosupresan, pada dasarnya tidak masalah diberikan vaksinasi Covid-19. Namun, respon imun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

10. Hipertensi

Beberapa uji klinis dari sejumlah vaksin Covid-19 telah meneliti pasien dengan hipertensi. Namun, populasi ini belum direkomendasikan mendapat vaksin Covid-19 karena belum ada rekomendasi dari tim uji klinis vaksin yang dilakukan di Indonesia.

Rekomendasi berikutnya menunggu hasil uji klinis di Bandung.

11. Pasien hematologi onkologi

Pasien hemtologi onkologi yang mendapatkan terapi aktif jangka panjang seperti leukemia granulostik kronis, leukemia limfositik kronis, myeloma multipel, anemia hemolitik autoimun, dan lain-lain tidak direkomendasikan untuk divaksinasi Covid-19.

Studi klinis Sinovac tidak melibatkan pasien dengan kondisi tersebut. Dengan tidak adanya data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

12. Reumatik autoimun (autoimun sistemik)

Sampai saat ini belum ada data untuk penggunaan vaksin Covid-19 pada pasien reumatik-autoimun. Berdasarkan data vaksin-vaksin yang sebelumnya, untuk jenis vaksin selain live attenuated vaccine, tidak ada kontraindikasi pemberian pada pasien reumatik autoimun.

Pemberian vaksin Covid untuk pasien reumatik autoimun harus mempertimbangan risiko dan keuntungan kasus per kasus secara individual, dan membutuhkan informed decision dari pasien.

Pada pasien reumatik-nonautoimun, rekomendasi vaksinasi sesuai dengan populasi umum. Rekomendasi ini bersifat sementara, dan dapat berubah jika didapatkan bukti baru tentang keamanan dan efektifitas vaksin. (EA)