Indiespot.id-Medan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) resmi mengizinkan penggunaan darurat vaksin Pfizer BioNTech, Jumat (11/12). Dikutip dari AP, keputusan FDA ini lahir setelah melakukan penelitian pada hasil uji klinis.
Selain itu, perizinan itu ditengarai berada di bawah tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump. Di mana sebelumnya Trump dan jajarannya kerap menuding FDA bertindak lambat dan bahkan mengancam akan mencopot kepala FDA Stephen Hahn, jika tidak memberikan persetujuan pada akhir pekan ini.
Keputusan ini akan memulai program vaksinasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Diperkerikan, para tenaga kesehatan di AS akan menerima vaksinasi dalam beberapa hari ke depan.
Program vaksinasi AS diperkirakan akan dimulai pada pekan depan dengan tiga juta dosis akan disebarkan ke berbagai negara bagian, dengan tiga juta dosis lainnya disimpan untuk penyuntikan kedua. Untuk diketahui, vaksin Pfizer mengharuskan dua kali dosis untuk satu orang agar vaksin efektif bekerja.
Lewat penelitiannya terhadap uji klinis pada 44 ribu orang, FDA menemukan bahwa vaksin aman dan 90 persen efektif pada kelompok populasi yang berbeda secara usia, ras, dan pada kelompok masyarakat yang memiliki penyakit bawaan.
AS menjadi negara keenam di dunia yang memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer selain Inggris, Kanada, Arab Saudi, Bahrain, dan Meksiko.
Selain Pfizer, FDA juga diperkirakan akan memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin Moderna pada bulan ini. Jika benar, maka AS akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember, 30 juta orang pada Januari 2021, dan 50 juta orang pada Februari. (EA)
