Ma’ruf Amin: Andaikata Tak Halal, Vaksin Corona Tetap Bisa Dipakai

  • Whatsapp
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Indiespot.id/Setwapres)

Indiespot.id-Jakarta. Pemerintah tengah gencar melakukan uji klinis vaksin Covid-19 yang ditargetkan akan disuntikkan pada jutaan masyarakat di awal tahun 2021. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan kehalalan vaksin yang didatangkan dari berbagai negara itu.

Untuk menjawab keresahan masyarakat mengenai kehalalan vaksi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin melakukan dialog bersama juru bicara COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, Jumat (16/10). Ma’ruf memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan sudah melalui beberapa tahap uji klinis, bahkan sejalan dengan ajaran syariat Islam dan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.

Bacaan Lainnya

Ma’ruf mengatakan, sekalipun belum memiliki sertifikat halal, vaksin corona tetap bisa digunakan karena sedang dalam kondisi darurat.

“Tapi andaikata itu ternyata belum ada yang halal, tapi kalau tidak digunakan akan menimbulkan kebahayaan, menimbulkan penyakit berkepanjangan, aka bisa digunakan walau tidak halal. Tapi secara darurat dengan penetapan bahwa boleh digunakan karena darurat,” terangnya.

Wapres pun memaparkan, hal ini juga menjadi salah satu tujuan yang disyariatkan ajaran Islam, yang disebut maqashid asy-syariah yang memuat 5 hal. Menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal.

“Dari 5 ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan yang lainnya. Maka harus diutamakan,” jelas Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, kondisi darurat tetap harus diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) selaku lembaga yang memiliki otoritas penerbitan sertifikasi halal.

“Tapi harus ada ketetapan yang dikeluarkan MUI. Dan memang artinya kalau soal kehalalan itu, apabila itu halal itu kan enggak jadi masalah. Tapi harus ada sertifikatnya oleh lembaga yang memiliki otoritas,” imbuhnya.

Ia memastikan, MUI terlibat aktif dalam proses pengadaan vaksin corona yang dilakukan pemerintah. MUI juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya vaksinasi ini.

Saat ini untuk pengadaan vaksin, Pemerintah sudah menerbitkan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Pada Rabu (14/10), tim inspeksi yang terdiri dari Bio Farma, BPOM, Kemenkes, dan MUI telah berangkat ke China pada Rabu (14/10) lalu. Kunjungan ini untuk mengecek kualitas produksi dan kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino.

Ma’aruf Amin meminta masyarakat memberi dukungan kepada pemerintah. Dukungannya untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksaanaan vaksinasinya. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” imbaunya. (EA)