Site icon Indiespot.id

Atasi Ancaman Krisis Pangan, Prabowo Siap Tanam Singkong di Awal 2021

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lumbung pangan nasional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Indiespot.id/Biro Sekretariat Presiden RI)

Indiespot.id-Jakarta. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mulai bertanam singkong di awal tahun 2021. Hal ini mengikuti arahan Presiden Jokowi untuk menggarap food estate di Kalimantan Tengah.

Prabowo menjelaskan, penanaman singkong itu merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantung impor tapioka. Terlebih mengingat terbatasnya akses ekspor-impor di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Dengan singkong kita bisa menghasilkan tapioka, mocaf, tepung yang bisa menjadi bahan utama kebutuhan pangan kita. Kita ingin menjamin tidak tergantung persediaan di luar negeri,” jelas Prabowo usai mengikuti ratas di Istana Negara membahas kesiapan food estate di Kalteng, Rabu (23/9).

Saat ini, di Kalimantan Tengah sudah tersedia lahan seluas 30 ribu hektare khusus untuk ditanami komoditas singkong. Prabowo pun mengaku sudah menyiapkan roadmap untuk lima tahun ke depan, di mana ia menargetkan food estate dapat mencapai lahan seluas 1,4 juta hektare di tahun 2025.

“Selanjutnya sampai 2025 meningkat terus sasaran kita akhir adalah sampai 1,4 juta di akhir 2025,” jelas Prabowo.

Nantinya, hasil panen singkong itu dapat diolah menjadi tapioka, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pangan cadangan seperti roti hingga mi. Hal itu sejalan dengan tingginya konsumsi mi instan masyarakat Indonesia.

“Kita mem-backup yaitu bahan pangan untuk roti, untuk juga nasi dari singkong dan juga mi. Indonesia sudah konsumen mi kedua terbesar di dunia,” ujar Prabowo.

Prabowo menyakini, dengan upaya yang dilakukan ini pemerintah dapat mengantisipasi ancaman krisis pangan, sebagaimana yang sering diperingatkan oleh FAO. (EA)