Indiespot.id-Sumut, Memanjat pohon yang tinggi, duduk dicuramnya perbukitan hingga berjemur diterik matahari, harus dilakukan oleh sekelompok siswa di Nagori Siporkas, Raya, Simalungun, Sumatera Utara, demi bisa belajar Daring (Dalam Jaringan) di masa pandemi Covid-19.
Kepala Desa Nagori Siporkas, Hendra Putra mengatakan, saat ini ada tiga dusun yang mengalami kendala krisis sinyal dan jaringan internet, yakni Dusun Bah Pasunsang, Butu Ganjang dan Borno.
“Di tempat itu jangankan internet, pastinya menelpon saja susah,” ujar Hendra, sang Kepala Desa, baru-baru ini.
Hendra mengatakan salah satu yang menjadi kendalanya, yakni letak geografis wilayahya yang dikelilingi perbukitan dan pepohonan tinggi, sehingga sinyal sulit masuk. Hendra mengaku, dirinya telah melaporkan kendala ini kepada kecamatan, namun hingga kini belum menemukan solusi.
“Karena kendala ini, para siswa ini belajar naik ke atas pohon, hal itu terpaksa dilakukan agar mendapatkan sinyal, semenjak belajar daring diterapkan,” sambung Hendra.
Hendra menambahkan, saat ini terdapat kurang lebih 500 siswa yang mengalami dampak sulitnya sinyal internet di desanya. Dirinya juga berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi, agar pembelajaran daring bisa lebih maksimal.
Rencanakan Pembangunan Jaringan
Sementara itu terpisah, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti terkait kendala sulitnya akses jaringan di sejumlah wilayah desa di Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan berencana memasang jaringan Telkom di wilayah yang sulit akses jaringan internet.
“Ini salah satu evaluasi. Kita yang akan mempriorotaskan dengan Telkom untuk daya sinyal ini,” ujar Edy Rahmayadi, Selasa (4/8).
Edy yakin, pihaknya bersama dengan Telkom, nantinya akan melakukan pengkajian di wilayah tersebut terutama soal prosedur penerapan jaringannya.
“Memperpanjang dan mempersiapkan fasilitas- fasilitas jaringan, itukan dia ada aturan main, dengan jumlah manusianya itulah diadakan jaringan,” tambah Edy. (E4)
