Site icon Indiespot.id

Kenali 5 Gejala Crab Mentality dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi Crab Mentality (Indiespot.id/Notey.com)

Indiespot.id-Medan. Pernahkah kamu merasa di dalam lingkaran pertemananmu baik teman sekolah atau pekerjaan ada orang yang akan menahan bahkan menjatuhkan jika melihat temannya bergerak maju atau menjadi lebih baik? Atau mungkin kamu orangnya?

Dilansir dari Psychology Today, perilaku ini adalah analogi dari pola pikir egois dan iri terhadap kesuksesan orang lain yang disebut sebagai crab mentality atau mentalitas kepiting. Analogi ini diambil dari fakta bahwa beberapa ekor kepiting di dalam ember yang mencapit satu sama lain ketika salah satu di antara mereka akan naik

Ketika salah satu di antara kepiting tersebut berusaha keluar, kepiting lainnya berusaha menahan kepiting tersebut. Dibanding bertahan hidup atau melarikan diri dari kelompoknya, kepiting memilih untuk mati bersama.

Contoh nyata dari mentalitas kepiting ialah jika seseorang pernah berfikir seperti, “Jika saya tidak dapat memilikinya, Anda pun tidak bisa”. Lalu bagaimana tanda-tandanya? Berikut Indiespot rangkum dari berbagai sumber!

1. Terlalu Percaya Diri dan Merasa Dirinya Terbaik.

Terlalu Percaya Diri dan Merasa Dirinya Terbaik (Indiespot.id/Unsplash)

Tak ada yang salah dari memiliki rasa percaya diri, bahkan hal itu dapat membantu dalam banyak hal di dalam hidup. Namun, jika rasa percaya dirimu sudah di level kamu adalah orang yang paling baik dan tak ada yang bisa mengalahkanmu, sepertinya kamu harus waspada dan mulai mengubah pola pikirmu.

2. Senang Menyalahkan Orang Lain.

Senang Menyalahkan Orang Lain (Indiespot.id/Unsplash)

Jika dihadapkan dengan suatu permasalahan, orang dengan crab mentality lebih memilih untuk menyalahkan orang lain dan membuat orang itu merasa gagal. Sekalipun orang tersebut melakukan kesalahan kecil, si mental kepiting tidak memilih untuk menasehatinya.

3. Lebih Suka Membicarakan Kesalahan Orang Lain daripada Mencari Solusi.

Lebih Suka Membicarakan Kesalahan Orang Lain daripada Mencari Solusi. (Indiespot.id/Unsplash)

Dibandingkan memberi solusi atas masalah yang temannya hadapi, orang dengan mental kepiting akan lebih senang jika membicarakannya dengan orang-orang sekitar teman yang sedang mengalami masalah itu.

4. Tidak Mau Mengakui Kesalahan.

Tidak Mau Mengakui Kesalahan (Indiespot.id/Unsplash)

Selain senang menyalahkan orang lain, si mental kepiting juga enggan mengakui kesalahan yang ia perbuat dan akan kembali menyalahkan orang lain. Mereka takut untuk mengakui jika mereka tidak sebaik yang mereka pikirkan.

5. Enggan Melakukan Kerja Sama.

Enggan Melakukan Kerja Sama (Indiespot.id/Unsplash)

Ketika berada dalam kelompok, mereka ingin bekerja sendiri dan tidak memberikan bagian kepada orang lain. Walaupun satu kelompok, mereka melihat orang lain adalah kompetitor, bukan teman yang bisa membantunya mencapai tujuan bersama

Nah itu dia 5 tanda orang memiliki mental kepiting. Jika kamu merasa mayoritas sifat di atas ada pada dirimu atau orang sekitarmu, maka kamu berdamai dengan dirimu sendiri dan menanamkan sifat tetap gigih/tekun, mengembangkan kemampuanmu, menjadi contoh atau model bagi orang lain, semangat dalam apapun yang kamu kerjakan, dan tidak menyerah saat gagal. Semoga berhasil! (EA)