Peringati Hari Anti Penyiksaan Internasional (International Day in Support of Victims of Torture) Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara, menggelar aksi teatrikal di Tugu Titik Nol Kota Medan, Jum’at (26/6).
Saat melakukan teatrikal jumlah massa ada 10 orang, mereka tetap menerapkan physical distancing untuik mencegah COVID-19. Aksi teatrikal sendiri dilakukan menggunakan poster berisi kritik pedas terhadap pemerintahan yang sampai saat ini masih dianggap absen dalam berbagai kasus penyiksaan.
Adegan teatrkal paling menarik dimainkan seseorang yang berperan sebagai masyarakat yang jadi korban penyiksaan dengan balutan perban dan berlumur darah. Kemudian beberapa orang lainnya berperan jadi aparat yang melakukan menganiaya korban dengan sadis. Mulai dari tendangan hingga pukulan benda tumpul. Tak lupa ada intimisadasi yang terus menerus dilakukan pemeran adegan aparat.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Sumut Amin Multazam Lubis mengatakan memperingati hari anti penyiksaan merupakan bentuk penghormatan terhadap kesepakatan konvensi menentang penyiksaan dan perlakuan atau hukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia yang mulai berlaku pada tanggal 26 juni 1987.
Meskipun begiitu kata Amin sampai hari ini negara dianggap absen dalam kasus-kasus kekerasan dan penyiksaan. Bahkan negara acapkali mempertontonkan praktik kekerasan dan penyiksaan itu.
“Beberapa kebijakan tembak mati untuk para pelaku kejahatan tertentu sering kali menabrak prinsip legalitas, nesesitas dan proporsionalitas. Belum lagi soal laporan penggunaan kekuatan sebagaimana PERKAP 1 Tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian tidak dilakukan secara akuntabel. Hal demikian menjadi sinyal bahwa sistem hukum justru semakin lemah ketika berhadap-hadapan dengan praktik penyiksaan. Dalam konteks Sumatera Utara, situasinya juga tidak jauh berbeda,” ujar Amin.
KontraS juga menyoroti sejumlah kasus kekerasan dan penyiksaan di Sumut, catatan mereka, ada 9 kasus dugaan penyiksaan pada Juli 2019-Juli 2020. Bahkan dari kasus-kasus itu, dua orang meninggal dunia. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 5 kasus
