Site icon Indiespot.id

Inilah Tahapan Kursus Jadi Pelatih Sepakbola Profesional

Suasana kursus kepelatihan Lisensi B AFC. (indiespot.id/@officialpssi)

Indiespot.id-Medan, Menjadi seorang pelatih profesional, sebenarnya tidak harus pula pernah bermain menjadi seorang pemain profesional.

Banyak pelatih hebat yang naik daun, justru sama sekali tidak pernah bergelut sebagai pemain. Nama-nama beken seperti Jose Mourinho, Andre Villa Boas hingga pelatih legendaris Arrigo Sacchi, merupakan deretan pelatih hebat yang ternyata tidak datang dari pesepakbola.

Ditanah air, pelatih profesional yang bukan berasal dari pemain profesional juga ada. Paling fenomenal adalah kemunculan pelatih Indra Sjafri. Pelatih sekaliber Timnas ini terbilang sukses dalam perjalanan karir profesionalnya.

Selain Indra, ada nama Liestiadi Sinaga, Rudy Eka Priyambada, atau Ricky Nelson yang juga terbilang sukses, namun tak pernah mencicipi karier sebagai pesepakbola profesional.

Pelatih Indra Sjafri. (indiespot.id/@officialpssi)

Legenda Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto yang saat ini mendapatkan lisensi AFC Pro, berbicara banyak tentang karir kepelatihan profesional.

Dikutip dari laman Goal, Menurut Kurniawan, ilmu kepelatihan sangat berkembang setiap waktu. Seorang yang berkomitmen untuk menjadi pelatih diharapkan jangan pernah bosan belajar dan menggali lebih banyak referensi.

“Seorang pelatih kepala itu harus unik, punya ciri khas, dan ada jati diri. Boleh dan bahkan harus melihat banyak referensi tapi jangan meniru mentah-mentah. Jangan malas belajar, lihat referensi sebanyak-banyaknya sehingga itu bisa dijadikan filosofi melatih diri sendiri,” ujar Kurniawan.

“Ilmu kepelatihan terus berkembang. Meski jam terbang sudah tinggi, tetap harus terus belajar dan meng-upgrade keilmuannya,” tambah Kurniawan yang kini melatih klub Sabah FA, Malaysia.

Sebagai catatan, layaknya berkuliah, ada modal yang harus kamu keluarkan jika ingin mendapatkan sertifikasi sebagai seorang pelatih. Tentu modalnya tidak sedikit, jika tujuan teratas kamu nantinya adalah menjadi pelatih dengan lisensi Pro AFC.

Kamu juga butuh rekomendasi dari perkumpulan terkait jika ingin mengikuti kursus kepelatihan. Klub, Asprov, Askot atau bahkan Askab bisa memberikan hal tersebut.

Pelatih mengatur strategi. (indiespot.id/@officialpssi)

Berikut Tahapan Kursus Kepelatihan di Indonesia yang dikutip dari berbagai sumber:

Kurusus Lisensi D Nasional 
Syarat: Rekomendasi surat dari SSB (untuk yang diselenggarakan Asprov/ Askab/Askot)
Peluang melatih: SSB/ grassroots.

Biaya kursus untuk mendapat lisensi ini sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

Kursus Lisensi C AFC
Syarat: Mantan pemain tim nasional atau lisensi D Nasional, aktif melatih di level grassroots selama enam bulan.

Peluang melatih: Pelatih kepala klub Liga 3, pelatih kepala di Elite Pro Academy U-18, pelatih kepala di Elite Pro Academy U-16, pelatih kepala klub Liga 1 putri, dan asisten pelatih kepala klub Liga 2.

Biaya kursus lisensi C AFC/PSSI biasanya berkisar di angka 7,5 – 9 juta rupiah dengan waktu kurang lebih dua minggu, peserta akan diberi materi mengenai pembinaan tim usia 13-18 tahun

Kursus Lisensi B AFC
Syarat: Pengalaman melatih minimal dua tahun dan lisensi C AFC.

Peluang melatih: Pelatih kepala klub Liga 2, asisten pelatih kepala klub Liga 1, dan pelatih kepala di Elite Pro Academy U-20.

Biaya kursus lisensi B AFC, berkisar 15 juta rupiah. Materi kursus yang diberikan mulai mengarah pada hal-hal taktik dan strategi dalam penanganan tim senior. Di akhir kursus peserta akan diminta untuk mempresentasikan sebuah topik yang ditentukan oleh penyelenggara.

Kursus Lisensi A AFC
Syarat: Lisensi B AFC dan pengalaman melatih minimal satu tahun sejak memiliki lisensi B AFC

Peluang melatih: Asisten pelatih kepala klub Liga 1, pelatih kepala klub Liga 1, pelatih tim nasional usia muda (U-16, U-19, U-23), tim nasional wanita, dan asisten pelatih kepala tim nasional senior.

Biaya untuk mengikuti kursus ini berkisar di angka 30 juta rupiah. 

Kursus Lisensi AFC Pro
Syarat: Lisensi A AFC, total berkarier sebagai pelatih selama lima tahun, dan pengalaman melatih tim profesional atau pernah terlibat di staff kepelatihan tim nasional.

Peluang melatih: Pelatih kepala tim nasional senior dan pelatih kepala klub di kompetisi tertinggi kontinental (contoh: Liga Champions AFC).

Biaya untuk mengikuti kursus Lisensi Pro AFC berkisar di angka 300 juta rupiah. Lama waktu kursus sendiri cukup panjang bahkan bisa sampai 2 tahun dan diselenggarakan setiap memasuki libur kompetisi liga. 

Melatih fisik pemain. (indiespot.id/@officialpssi)

Spesialisasi pelatih fisik
Level: 1A, 1B, 2A, dan 2B
Syarat: Lisensi B AFC untuk level 1A dan 1B. Lisensi A AFC untuk level 2A dan 2B

Peluang melatih: Pelatih fisik klub Liga 1 (min. Level 1A & 1B), pelatih fisik timnas U-16, U-19, U-23, Putri, dan senior (min. Level 1A & 1B).

Spesialisasi pelatih penjaga gawang
Level: 1, 2, dan 3
Syarat: Lisensi C AFC untuk level 1, Lisensi B AFC untuk level 2, dan Lisensi A AFC untuk level 3

Peluang melatih: Pelatih penjaga gawang klub Liga 1 (min. Level 1), pelatih penjaga gawang timnas U-16, U-19, U-23, dan Putri (level 1) dan senior (min. Level 2). (E4)