Pasar Murah UMKM yang digelar Pemprov Sumut di Gedung Serba Guna (GSG) Jalan Williem Iskandar, Percut Seituan, Deliserdang, pada hari Minggu, (17/5). mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Virus Korona (Covid-19).
Diperkirakan ada ribuan warga yang datang untuk mendapatkan paket sembako murah, mereka berdesakan dan mengabaikan Physical Distancing yang telah dianjurkan pemerintah.
Ahmad Zaki, warga Percut Sei Tuan. Ia bahkan mengaku kecewa. Pasalnya, ternyata pihak pelaksana hanya menyediakan 600 paket sembako. Sementara warga yang antri diperkirakan ribuan jumlahnya dan masih terus berdatang.
“Sebelumnya tidak diberitahukan kalau sembako yang disediakan terbatas. Tiba-tiba dikatakan habis persedian sembakonya. Kalau seperti ini bukan malah membantu, tapi malah menyengsarakan warga”. ujarnya.
Ahmad Zaki mengaku ditengah pandemi saat ini “Ekonomi begitu sulit, waktu lebaran sudah dekat dan perlu berbelanja kebutuhan sembako”. katanya.
Salah seorang panitia dari Dinas UMKM Sumut, Ia menyatakan kalau panitia telah berusaha menghimbau agar warga menjaga jarak, tapi warga tetap juga berdesak-desakan.
“Intinya sudah kita himbau warga, sudah capek kita, tapi ya tetap berdesakan juga. kami hanya pelaksana di sini”. katanya.
Sementara itu, Petugas dari Polsek Percut Sei Tuan, Iptu M Rohim D, menyatakan bahwa aparat kepolisian berjumlah sekitar 16 personil untuk berjaga. Namun pihaknya mengaku kesulitan untuk melakukan pengaturan pada warga.
“Pengaturannya sudah salah dari sana ini. Harusnya penjualan paket sembako murahnya di halaman GOR saja, jadi lebih luas dan terbuka. Pembatasannya harusnya sejak dari gerbang, tidak seperti ini masyarakat terus datang dan sampai sini berdesakan”. ujarnya. [e3]
