Site icon Indiespot.id

Tutup Akibat Lockdown, Koleksi Barang di Mal ini Jamuran

Sejumlah barang seperti tas, sepatu, dompet tampak dipenuhi jamur, setelah negara Malaysia menerapkan lockdown. (indiespot.id/facebook: Nex Nezeium)

Penerapan lockdown selama dua bulan. Terhitung sejak 18 Maret 2020 yang dilakukan pemerintah Malaysia, membuat pusat perbelanjaan menutup kegiatan operasionalnya.

Ketidakaktifan mal dan pertokoan, tidak hanya berdampak pada meruginya karyawan, namun ternyata juga membuat sejumlah koleksi di dalamnya juga terkena imbas, sebab menjadi jamuran.

Sebuah unggahan, seorang warganet berbagi potret kondisi sebuah mal yang berlokasi di Sabah, Malaysia, setelah tutup dua bulan akibat lockdown.

Akun Facebook bernama Nex Nezeium mengunggah beberapa foto yang menunjukkan produk seperti tas, sepatu, dompet dan ikat pinggang di mal tersebut penuh jamur.

Koleksi sejumlah barang di salah satu mal di Malaysia yang tampak dipenuhi jamur. (indiespot.id/ facebook:Nex Nezeium)

Jamur sudah mulai tumbuh di seluruh barang-barang kulit yang dijual. Semua barang telah berubah warna, sehingga membuat sebagian barang dagangan benar-benar hancur.

“Bisa membuka toko juga tidak ada gunanya. Semua barang rusak setelah ditinggalkan selama dua bulan,” keterangan dalam unggahan Nex Nezeium.

Sebagian besar barang-barang yang penuh jamur tersebut bahkan dibanderol mahal. Satu tas terlihat dengan label harga yang menunjukkan 679 RM atau setara dengan Rp 2,3 juta. 

Hingga kini unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 46 ribu kali dan mendapat berbagai respons warganet.

“Now you know its genuine later,” ungkap Anthony Lam, dalam komentarnya. (E4)